Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan saat memberikan sambutan di kegiatan pembukaan Kutim Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025. Foto: Miftah/Lintang Pro Kutim
SANGATTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) secara resmi membuka Kutim Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi, Sabtu (27/12/25) pagi.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pembacaan sambutan Bupati Kutim yang disampaikan oleh Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan.

Dalam sambutannya Basuki Isnawan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya turnamen panahan tradisional seri ketiga tersebut, sekaligus salam hormat dan salam hangat dari Bupati Kutim kepada seluruh peserta, official, dan orang tua atlet.
“Kegiatan ini tidak akan berhenti di seri ketiga, tetapi akan terus berlanjut ke seri-seri berikutnya dengan konsep yang lebih hebat dan lebih menarik,” ujarnya.
Ia menegaskan, turnamen panahan tradisional ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim dalam mendorong pembinaan olahraga sejak usia dini sekaligus membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, panahan tradisional tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membangun fokus, konsentrasi, dan kedisiplinan.
“Daripada anak-anak sibuk dengan gadget, lebih baik menyalurkan energi melalui olahraga.” lanjutnya.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa Kutim saat ini menjadi salah satu barometer perkembangan olahraga di Provinsi Kalimantan Timur. Hal itu tidak terlepas dari sinergi Pemkab Kutim, organisasi olahraga, pelatih, serta peran aktif para orang tua dalam mendukung minat dan bakat anak-anak di bidang olahraga.

Basuki turut menyampaikan apresiasi kepada Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Kutim yang dinilai konsisten berinovasi dan menjaga keberlanjutan event panahan tradisional di daerah. Pemkab Kutim berharap ke depan turnamen ini dapat dikemas lebih besar dan menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah.
Selain aspek prestasi, Basuki juga mengingatkan pentingnya faktor keselamatan dalam olahraga panahan tradisional. Ia meminta seluruh klub dan pelatih untuk memberikan pendampingan maksimal kepada para atlet, mengingat panahan merupakan olahraga yang berisiko jika tidak dilakukan sesuai prosedur.
“Kami mengimbau agar latihan dilakukan di klub-klub yang sudah memiliki sertifikasi dan pendamping yang berpengalaman. Jangan mencoba memanah di rumah tanpa pengawasan yang tepat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Basuki Isnawan mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama bertanding. Menang dan kalah disebutnya sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan mental atlet.
“Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Junjung tinggi sportivitas. Kalian semua sudah juara, terutama di mata orang tua kalian,” pungkasnya.
Kegiatan pembukaan ini turut dihadiri oleh perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengurus Daerah Fespati Provinsi Kaltim, Ketua Pengurus Cabang Fespati Kutim, serta ratusan pemanah dari berbagai daerah.

Pemkab Kutim berharap ajang ini dapat melahirkan atlet panahan tradisional berprestasi sekaligus memperkenalkan Sangatta dan Kutim sebagai daerah yang maju dan memiliki semangat olahraga yang kuat.(kopi17/kopi13/kopi3)




































