Beranda Kutai Timur Hari Ini, Kapolda Jelaskan “Jalan Baru” Ketahanan Pangan dari Kalimantan Timur

Hari Ini, Kapolda Jelaskan “Jalan Baru” Ketahanan Pangan dari Kalimantan Timur

323 views
0

SANGATTA – Di tengah riuh perbincangan nasional soal kemandirian pangan, sebuah ikhtiar dari tapal batas timur Kalimantan perlahan mengemuka. Klimantan Timur (Kaltim), provinsi yang selama ini lebih sering dikenal sebagai kawasan industri dan pertambangan, kini menjadi salah satu titik perhatian dalam diskursus ketahanan pangan nasional. Bukan melalui jargon berlebihan, melainkan lewat praktik yang ditata rapi, terukur, dan presisi.

Gagasan itu akan diulas dalam Program Televisi Kisah Presisi tvOne, edisi khusus bertajuk “Jalan Baru Ketahanan Pangan di Kutai Timur”, yang dijadwalkan tayang Minggu, 28 Desember 2025, pukul 11.30 WITA. Program ini menghadirkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro. Dengan fokus pembahasan pada peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui konsep industrial farming jagung Polda Kaltim yang terintegrasi dan presisi.

Menjelang penayangan tersebut, Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Fauzan Arianto menyampaikan pernyataan yang menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan bukanlah langkah insidental. Menurutnya, konsep industrial farming presisi merupakan bagian dari pendekatan jangka panjang yang menempatkan kepolisian. Sebagai penggerak sekaligus pengawal program strategis nasional, khususnya di daerah.

AKBP Fauzan Arianto menekankan bahwa Kutim dipilih sebagai salah satu lokus karena memiliki bentang lahan yang potensial, dukungan sumber daya manusia, serta kebutuhan nyata akan penguatan sektor pangan berbasis pertanian jagung. Dalam kerangka tersebut, Polri tidak berdiri sendiri, melainkan berperan sebagai simpul koordinasi. Menjembatani pemerintah daerah, kelompok tani, serta pemangku kepentingan lain agar produksi berjalan berkesinambungan dan terukur.

Program industrial farming jagung yang diangkat dalam Kisah Presisi memperlihatkan bagaimana pendekatan presisi diterapkan sejak hulu hingga hilir. Mulai dari perencanaan lahan, pengelolaan tanam, hingga pengawasan distribusi, seluruh proses diarahkan agar efisien dan berdaya guna. Di sinilah Polri mengambil posisi strategis, memastikan tata kelola berjalan sesuai rencana, sekaligus menjaga stabilitas dan kepastian di lapangan.

Bagi Kutim, upaya ini bukan sekadar soal menanam jagung. Ia menjelma sebagai narasi baru tentang diversifikasi ekonomi dan ketahanan wilayah. Ketika pangan menjadi isu global, daerah-daerah dengan kapasitas produksi lokal justru memperoleh ruang penting dalam peta nasional. Apa yang dilakukan di Kutim dan Kaltim umumnya, memberi penanda bahwa ketahanan pangan tidak selalu lahir dari pusat, melainkan dapat tumbuh dari pinggiran, dengan tata kelola yang cermat dan kolaboratif.

Penayangan Kisah Presisi tvOne ini menjadi ajakan bagi publik untuk melihat lebih dekat bagaimana kebijakan diterjemahkan ke dalam kerja nyata di lapangan. Sebuah kisah tentang presisi, ketekunan, dan ikhtiar panjang menjaga lumbung pangan negeri. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini