Jalannya audiensi bersama Poktan di Kaubun dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan perwakilan DTPHP Kutim. Foto: Irfan/Pro Kutim
KAUBUN – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke wilayah pesisir untuk memanen buah semangka di lahan Kelompok Tani (Poktan) Harapan Jaya, Jalan Suwandi SP2, Kecamatan Kaubun, Jumat (16/1/2026). Selain merayakan keberhasilan panen, momen ini menjadi ruang dialog penting bagi para petani untuk menyuarakan kendala sarana produksi di lapangan.
Didampingi Anggota DPRD Kutim Ardiansyah, Bupati mendengarkan langsung keluhan dari Madkeni, perwakilan Poktan Wahana Kencana. Madkeni mengungkapkan bahwa selama ini petani di wilayahnya masih kesulitan mengolah lahan karena belum memiliki Alat Mesin Pertanian (Alsintan) sendiri.

“Kami masih meminjam alat untuk mengolah lahan. Melalui kunjungan Bapak Bupati, kami berharap ada bantuan mesin dan juga 1.000 bibit kelapa genjah agar sektor perkebunan kami bisa segera berkembang,” ujar Madkeni.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Wahyudin Noor, menjelaskan bahwa pengadaan alsintan melalui jalur pemerintah saat ini masih menunggu penyesuaian regulasi. Namun, ia menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. DTPHP telah mengambil langkah alternatif dengan menggandeng Bank Indonesia (BI).
“Dua kelompok tani di Kaubun sudah kami usulkan melalui proposal rekomendasi ke BI. Nantinya akan ada uji kestabilan produksi. Ini penting karena peran petani Kaubun sangat besar dalam mengendalikan inflasi daerah, terutama menjaga kestabilan harga pangan menjelang bulan Ramadan pada awal Februari mendatang,” jelas Wahyudin.
Ditambahkan Wahyudin, saat ini pihaknya sedang melakukan pembinaan intensif terhadap 35 petani yang diseleksi ketat berdasarkan konsistensi budidaya mereka.

“Hal ini dilakukan guna memastikan pasokan pasar tetap aman di tengah tantangan cuaca dan dinamika ekonomi,” tegasnya.
Selanjutnya Wahyudin menegaskan pihaknya turut memberikan perhatian khusus pada sektor peternakan yang mendukung pertanian. Ia mendorong kelompok tani untuk mengajukan proposal bantuan domba, namun dengan catatan pengelolaannya harus bersifat terpadu.
“Silakan buat proposal bantuan domba jika administrasi lengkap. Saya minta orientasinya tidak hanya pada daging, tapi fokus pada pengolahan kotoran domba menjadi pupuk organik. Ini kunci agar petani kita tidak selalu bergantung pada pupuk kimia,” ajaknya.
Kunjungan ini juga memberikan sorotan pada keberhasilan regenerasi petani di Kutim. DTPHP Kutim turut mengapresiasi tinggi kepada Muhammad Zainal, petani muda asal Kaubun yang baru saja meraih penghargaan dari Gubernur Kaltim sebagai Petani Hortikultura Muda Berprestasi.

Ia turut menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah tanggung jawab besar. Zainal diharapkan terus menggerakkan “Sekolah Lapang” yang rutin digelar setiap Jumat di SP5 Desa Bumi Sejahtera untuk melahirkan lebih banyak petani milenial.
Senada Camat Kaubun, Saprani, menambahkan bahwa aktivitas pertanian yang berkembang di Desa Bumi Rapak ini.
“Hal ini merupakan implementasi nyata dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati untuk menjadikan sektor agribisnis sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan di Kutim,” singkatnya.(kopi13)




































