Beranda Kutai Timur Rumah Rehab Gizi Stunting Perkuat Penanganan Terpadu

Rumah Rehab Gizi Stunting Perkuat Penanganan Terpadu

13
0

Camat Sangatta Utara Hasdiah menyaksikan peresmian RRG Stunting di Kecamatan Sangatta Utara. Foto: Roni/Habibah Pro Kutim

SANGATTA – Camat Sangatta Utara Hasdiah menegaskan bahwa pelaksanaan Rumah Rehab Gizi (RRG) Stunting merupakan inovasi penting yang digagas oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Sangatta Utara. Program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat penanganan anak berisiko stunting melalui pendekatan terpadu dan berkelanjutan.

Hasdiah menyampaikan, terbentuknya RRG di Kecamatan Sangatta Utara melalui berbagai upaya dan pendampingan yang dilakukan secara intensif. Penanganan gizi yang dilaksanakan dinilai cukup luar biasa karena melibatkan sinergi berbagai pihak.

“Semua ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci utama dalam percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Menurut Hasdiah, kegiatan RRG tidak hanya berfokus pada penanganan anak berisiko stunting, tetapi juga menyentuh aspek pengasuhan keluarga. Melalui program parenting bagi orang tua, RRG berupaya memperbaiki pola asuh yang selama ini menjadi salah satu faktor penyebab anak berisiko stunting di Kecamatan Sangatta Utara. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak.

Ia menjelaskan, pola intervensi yang sebelumnya dilakukan dengan mengantar makanan ke rumah-rumah kini diubah menjadi sistem layanan terpusat di RRG. Anak-anak berisiko stunting dibawa ke RRG dari pagi hingga sore hari dan diberikan asupan makan tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore.

“Sebelum dijemput kembali oleh orang tuanya, anak-anak benar-benar kami dampingi. Targetnya dalam 60 hari perawatan di RRG sudah terlihat perubahan, terutama kenaikan berat badan,” jelas Hasdiah.

Selain itu, RRG juga menyelenggarakan kelas ibu hamil dan kelas ibu menyusui sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan komprehensif dalam memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Hasdiah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada CSR PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang telah membantu pembangunan sarana dan prasarana RRG dengan nilai mencapai Rp 450.000.000. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Dinas Kesehatan atas pendampingan dokter spesialis anak dan dokter spesialis gizi, serta dukungan dari dinas terkait lainnya.

“Kami akan terus berkolaborasi demi keberlanjutan program ini,” tegasnya.

Sementara itu, Superintendent Public Communications PT KPC Felly Lung menyampaikan bahwa PT KPC akan melaksanakan kegiatan lanjutan bersama para kontraktor sebagai bentuk peran aktif dunia usaha dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Kutim. Ia menegaskan bahwa penurunan stunting merupakan persoalan yang sangat serius dan membutuhkan komitmen bersama.
Felly Lung mengungkapkan, proposal dukungan penurunan stunting dari Kecamatan Sangatta Utara yang diajukan pada Januari 2025 telah dikawal hingga terealisasi pada kegiatan RRG saat ini.

Berdasarkan keputusan bersama, RRG ditetapkan sebagai fasilitas intervensi berkelanjutan dalam penanganan anak berisiko stunting melalui dukungan program CSR PT KPC. Pembangunan fisik RRG dimulai pada awal November 2025 dan rampung pada awal Januari 2026 dengan fasilitas yang memadai untuk pemantauan pertumbuhan anak, edukasi orang tua, serta intervensi terpadu lainnya.

Ia menambahkan, bantuan ini merupakan bantuan kedua PT KPC pada Februari 2026, setelah sebelumnya menyerahkan bantuan pembangunan Posyandu di Desa Swarga Bara senilai Rp 191.863.941.

“Kami berharap fasilitas ini memberikan manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari inisiatif membangun masa depan Kutim yang sehat, tangguh, sejahtera, dan bahagia,” pungkasnya.(kopi10/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini