Beranda Kutai Timur Lulus di Tengah Disrupsi, 354 Siswa SMAN 1 Sangatta Utara Menatap Masa...

Lulus di Tengah Disrupsi, 354 Siswa SMAN 1 Sangatta Utara Menatap Masa Depan

12 views
0

Foto: Vian Prokutim

SANGATTA – Di tengah gelombang perubahan zaman yang bergerak cepat, ditandai oleh disrupsi teknologi, persaingan tenaga kerja yang kian rapat, serta ketidakpastian ekonomi global, sebanyak 354 siswa SMA Negeri 1 Sangatta Utara menuntaskan masa belajarnya. Prosesi perpisahan Angkatan ke-27 itu digelar di GSG, Komplek Pusat Perkantoran Pemkab Kutim di Bukit Pelangi, Sangatta, Kamis (2/4/2026).
Momentum kelulusan tersebut bukan sekadar penanda berakhirnya masa pendidikan menengah. Bagi para siswa, hari itu menjadi gerbang peralihan menuju fase kehidupan baru yang lebih luas, sekaligus lebih menantang. Di era kompetisi global yang semakin sengit, ijazah tidak lagi berdiri sebagai satu-satunya jaminan masa depan.


Acara pelepasan berlangsung dalam suasana yang khidmat sekaligus sarat emosi. Sejumlah guru, orang tua siswa, dan tamu undangan hadir menyaksikan momen yang bagi banyak keluarga menjadi tonggak penting perjalanan pendidikan anak-anak mereka. Turut hadir Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman.

Kepala SMA Negeri 1 Sangatta Utara, Tatik Widayani, menegaskan bahwa kelulusan bukanlah garis penutup perjalanan, melainkan ambang pembuka menuju dunia yang lebih luas dengan kerumitan yang tidak sederhana.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang selama ini menyokong perjalanan pendidikan di sekolah tersebut. Menurutnya, keberhasilan proses belajar tidak lahir dari kerja satu pihak semata, melainkan dari sinergi yang terjalin antara sekolah, orang tua siswa, komite sekolah, serta berbagai mitra pendidikan.

“Terima kasih atas dukungan yang terus-menerus diberikan kepada sekolah ini. Sinergi yang terjalin menjadi bagian penting dalam membentuk proses pendidikan yang berjalan baik hingga hari ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Tatik juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga nama baik almamater. Ia menilai tantangan kehidupan setelah sekolah justru jauh lebih berat dibanding masa belajar di bangku SMA.

“Tantangan sebenarnya baru dimulai, siapkan diri kalian dengan baik, hanya yang punya kegigihan dan keahlian yang bisa bertahan. Jangan pernah lupakan sekolah ini. Di mana pun kalian melangkah, jaga sikap, jaga etika, dan jaga nama baik almamater kita tercinta,” tegasnya.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya memberikan apresiasi atas capaian para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia menekankan bahwa tantangan generasi muda dewasa ini tidak hanya berkisar pada upaya memperoleh pekerjaan, melainkan juga pada keberanian mencipta peluang.

“Pemkab Kutim berharap kalian menjadi generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja. Jadilah pembelajar sepanjang hayat,” tegasnya.

Dari sisi siswa, kesan mendalam juga disampaikan Eunike Michelle Korua, perwakilan Angkatan ke-27. Ia menuturkan bahwa tiga tahun menempuh pendidikan di SMA bukan hanya masa menghafal pelajaran, melainkan perjalanan pembentukan karakter yang dipenuhi pengalaman, tantangan, serta kebersamaan.

“Kami belajar banyak hal, bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi juga tentang arti disiplin, persahabatan, dan tanggung jawab. Kini kami siap melangkah ke fase berikutnya,” ungkapnya.

Apresiasi serupa datang dari kalangan orang tua. Pdt Paulus Korua menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah atas pendampingan yang diberikan selama proses pendidikan berlangsung. Ia mengingatkan para lulusan agar tetap merawat kerendahan hati sekaligus melanjutkan ikhtiar yang telah dirintis selama ini.

“Ini bukan akhir perjuangan, tetapi awal untuk membuktikan diri di tengah masyarakat. Kami berharap anak-anak kami menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujarnya.

Prosesi kemudian ditutup dengan doa bersama, pelepasan simbolis para siswa, serta sesi foto angkatan, sebuah penanda bahwa masa belajar di bangku SMA telah berakhir. Namun bagi 354 lulusan itu, langkah menuju masa depan justru baru saja dimulai. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini