Beranda Kutai Timur Dinkes, PPTI Kutim dan KPC Sinergi Aksi Tuntaskan TB

Dinkes, PPTI Kutim dan KPC Sinergi Aksi Tuntaskan TB

82 views
0

Foto: ist

SANGATTA – Upaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang penyakit tuberkulosis kembali digaungkan di Kutai Timur (Kutim). Seminar Hari Tuberkulosis Sedunia bertajuk “Satu TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB” digelar oleh Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Cabang Kutim bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutim, dengan dukungan sejumlah perusahaan swasta. Kegiatan berlangsung di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi, Sangatta, Selasa (21/4/2026).

Forum ilmiah yang berlangsung bertepatan peringatan Hari Kartini ini menghadirkan empat narasumber dari RSUD Kudungga Sangatta yang memaparkan beragam dimensi penanggulangan tuberkulosis. Penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.

Dokter spesialis paru dan pernapasan RSUD Kudungga, Didit Tri Setiyo Budi, menguraikan materi mengenai pengenalan serta pengobatan tuberkulosis. Sementara dokter spesialis anak Christina Sarangnga membahas deteksi dini dan tatalaksana TBC pada anak. Aspek nutrisi disampaikan oleh Murni melalui materi diet sehat sebagai bagian dari pencegahan sekaligus penunjang terapi. Dimensi psikologis penyakit ini turut dikupas oleh dokter spesialis kejiwaan Andi Zulkifli yang menyoroti stigma serta pentingnya dukungan kesehatan mental dan psikososial bagi penyandang TBC.

Ketua Panitia Penyelenggara Seminar, Rini Palakian Mande, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 yang diperingati setiap 24 Maret. Menurutnya, rangkaian kegiatan tidak berhenti pada seminar. PPTI Kutim juga menyelenggarakan lomba pembuatan vlog dan poster bertema TBC yang diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kutim. Dari ajang tersebut, dipilih 12 pemenang pada masing-masing kategori dan jenjang pendidikan.

Pada kategori vlog tingkat SMA, juara pertama diraih Muhammad Rasya Ibrahim dari SMAN 2 Sangatta Utara, disusul Calista Vivian Zahra dari SMA Plus Budi Luhur Mandiri sebagai juara kedua, serta Rachman Ainur Roziq dari SMKN 2 Sangatta Utara sebagai juara ketiga.
Kategori vlog tingkat SMP menempatkan M Khoirul Azzam, Kyla Salsabila K, dan Efata Yisreel F. dari SMP 1 Sangatta Utara sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Shafira Salma, Nabil F, dan As-syifa dari SMP YPPSB Sangatta. Adapun juara ketiga diraih Azizah Putri A, Raissa P dan Sarivah W dari SMPN 6 Sangatta Utara.

Sementara pada lomba poster tingkat SMA, juara pertama diraih Elisya Nur A dari SMKN 1 Rantau Pulung, juara kedua Andi Muhammad Z dari SMKN 1 Bengalon, dan juara ketiga Nadya Anastasya P dari SMAN 2 Sangatta Utara. Untuk kategori poster tingkat SMP, juara pertama diraih Juliana Purba dari SMPK Santo Fransiskus Asisi, juara kedua Angelica Imanuella Y dari SMP YPPSB, serta juara ketiga Kezia Xaviera T. dari SMPK Santo Fransiskus Asisi.

Selain kegiatan edukatif tersebut, pada Maret 2026 pengurus dan kader PPTI Kutim juga menyalurkan 200 paket makanan tambahan bergizi bagi pasien TBC. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Ketua PPTI Kutim sekaligus Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah. Rangkaian kegiatan lainnya berupa pembagian 100.000 paket buka puasa pada bulan Ramadan.

Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, saat membuka seminar tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan, PPTI Kutim, serta sponsor dari perusahaan swasta.

“Dalam rangkaian peringatan hari TB tahun 2026, terkumpul dana Rp74 juta dari sponsor perusahaan swasta salahsatunya KPC sebagai wujud kepedulian terhadap pemberantasan TB. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua PPTI Kutim serta seluruh tamu undangan yang hadir serta panitia yang telah menyiapkan seminar dengan sebaik mungkin. Semoga seminar ini bermanfaat serta memberikan ilmu baru tentang penyakit TBC,” tuturnya.

Ia berharap seminar tersebut mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengenalan, pencegahan, serta pengobatan TBC. Sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pola makan sehat dan kerja sama lintas sektor dalam mempercepat eliminasi penyakit tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PPTI Kutim, Siti Robiah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa pemberantasan TBC membutuhkan tindakan dini, peran aktif kader, kepatuhan dalam pengobatan, sinergi multipihak, serta penerapan pola hidup sehat.
Ia juga menyinggung pentingnya optimalisasi regulasi di tingkat daerah setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis agar penanganan TBC dapat berjalan lebih maksimal.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus PPTI, Dinkes Kutim, Kader TB serta perusahaan sponsor salahsatunya PT KPC yang telah mendukung seminar ini terselenggara dengan sukses. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dengan baik kedepannya dalam upaya serta komitmen bersama eliminasi zero TBC tahun 2030,” tutupnya.

Dukungan dunia usaha juga datang dari PT Kaltim Prima Coal melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Act Manager Community Empowerment KPC, Muhammad Yusuf diwakili Superintendent Community Health and Education (CHE), Febriana Kurniasari menyampaikan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat dalam upaya pemberantasan TBC. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, PPTI Kutim, serta masyarakat.

“Upaya KPC ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap keselamatan masyarakat di sekitar operasional, serta membantu upaya pemerintah dalam mencapai target eliminasi TBC di Kutim. Sesuai dan sejalan dengan tujuh program prioritas Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Salahsatunya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Seminar tersebut dihadiri 229 peserta yang terdiri atas perwakilan organisasi perangkat daerah, organisasi perempuan dan kemasyarakatan, kader PMO-TB se-Kutim, pelajar SMP dan SMA, serta perwakilan perusahaan sponsor. Rangkaian kegiatan PPTI Kutim akan berlanjut pada 24 April 2026 dengan pelantikan 18 pengurus cabang yang melibatkan 180 perwakilan pengurus anak cabang. Kegiatan itu juga akan diiringi materi pembekalan bagi para pengurus baru, sebagai bagian dari penguatan gerakan masyarakat menuju eliminasi TBC pada 2030. (*/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini