Bupati Kutim meneken kesepakatan dalam RIRU. Foto: Bagus/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor investasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan komitmen oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman terkait penguatan Regional Investors Relation Unit (RIRU) Kalimantan Timur (Kaltim), yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Kutim, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menciptakan iklim investasi yang lebih terintegrasi dan kompetitif di wilayah Benua Etam.
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Andi Arifuddin, menjelaskan bahwa kunjungan tim provinsi ke Kutim merupakan bentuk upaya “jemput bola”. Tujuannya adalah untuk mempererat soliditas serta menyelaraskan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menarik minat investor.
“Kita ingin memastikan bahwa koordinasi antara kabupaten dan provinsi berjalan solid. Dengan penguatan RIRU ini, kita lebih siap untuk memasarkan potensi daerah secara bersama-sama kepada para calon investor,” tegas Andi Arifuddin.

Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala DPMPTSP) Kutim, Muhammad Yani, memaparkan bahwa Kutim telah memiliki kesiapan matang dalam mendukung program RIRU. Salah satu indikatornya adalah ketersediaan profil proyek yang siap ditawarkan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Beberapa sektor unggulan yang masuk dalam radar proyek prospektus Kutim meliputi sektor perkebunan berupa pengembangan komoditas kelapa sawit, kakao, nanas, dan pisang. Kemudian di sektor pariwisata dengan mengoptimalisasi destinasi wisata unggulan daerah. Terakhir, di sektor infrastruktur dengan memberi dukungan penuh terhadap percepatan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).
“Kutim saat ini tidak hanya bicara potensi, tapi sudah pada tahap kesiapan dokumen pendukung. Proyek-proyek di sektor perkebunan dan pariwisata sudah kita siapkan profilnya agar investor memiliki gambaran yang jelas mengenai peluang keuntungan dan skema kerja samanya,” terang Muhammad Yani.

Selain sektor sumber daya alam, fokus utama dalam komitmen ini adalah penguatan infrastruktur pendukung KEK Maloy. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat industri pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta menjadi gerbang ekspor internasional di pesisir Kutim.
Dengan ditandatanganinya komitmen ini oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, diharapkan hambatan birokrasi dan komunikasi antar-instansi dapat diminimalisir. Langkah ini juga dipandang sebagai sinyal positif bagi dunia usaha bahwa Kutim merupakan daerah yang ramah investasi dan memiliki kepastian hukum serta infrastruktur yang terus berkembang.(kopi5/kopi13)































