GM PLN Kaltimra pak Muchamad Chaliq Fadli. Foto: ist
BALIKPAPAN – Sistem kelistrikan di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) memperoleh tambahan daya baru. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) menjalin kerja sama strategis dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui pemanfaatan tenaga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Bara. Sinergi ini menghadirkan tambahan pasokan listrik sebesar 18 megawatt (MW) untuk memperkukuh struktur pasokan energi di kawasan tersebut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Balikpapan pada Kamis, (23/4/2026). Penandatanganan dilakukan oleh General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, bersama General Manager Coal Processing & Handling Division PT Kaltim Prima Coal, Poltak Sinaga. Kolaborasi ini menjadi salah satu ikhtiar konkret dalam merawat ketahanan energi di tengah geliat pertumbuhan kebutuhan listrik yang terus meningkat di wilayah Kaltim dan Kaltara.
Tambahan daya dari PLTU Tanjung Bara itu diharapkan memperkokoh konstruksi sistem kelistrikan Kaltim-Kaltara, sekaligus meningkatkan reliabilitas atau keandalan pasokan listrik. Stabilitas suplai energi dipandang penting untuk menopang aktivitas masyarakat, menjaga kesinambungan sektor industri, serta mempercepat pelbagai agenda pembangunan di kawasan yang kini tengah bergerak menuju fase pertumbuhan ekonomi baru.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menuturkan bahwa pemanfaatan tenaga listrik dari PLTU milik KPC menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga kesiapan sistem kelistrikan menghadapi dinamika permintaan energi yang terus berkembang.
“Pemanfaatan tenaga listrik dari PLTU Tanjung Bara KPC menjadi tambahan dukungan penting bagi sistem kelistrikan Kaltim dan Kaltara. Kehadiran pasokan ini diharapkan semakin memperkuat keandalan suplai listrik dalam mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan industri, serta percepatan pembangunan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ujar Chaliq.
Menurut dia, penguatan sistem kelistrikan melalui kemitraan lintas sektor merupakan strategi yang relevan dalam menjaga kesiapan infrastruktur energi agar tetap tangguh dan adaptif terhadap perubahan lanskap pembangunan. Sistem kelistrikan, kata dia, tidak hanya dituntut stabil, tetapi juga elastis dalam merespons pertumbuhan kawasan.
“PLN terus mendorong kolaborasi strategis dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya menjaga sistem kelistrikan tetap andal dan mampu mendukung dinamika pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Di sisi lain, General Manager Coal Processing & Handling Division PT Kaltim Prima Coal, Poltak Sinaga, menilai kerja sama ini sebagai kelanjutan dari jalinan sinergi yang telah lama terbentuk antara KPC dan PLN dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan regional.
“Kami menyambut baik sinergi yang terjalin bersama PLN. Dukungan tenaga listrik dari PLTU Tanjung Bara diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat sistem kelistrikan serta mendukung kebutuhan energi masyarakat dan industri di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ungkap Poltak.
Tambahan pasokan listrik ini menandai upaya kolektif dalam mempertebal fondasi infrastruktur energi di Kaltim dan Kaltara. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, PLN UID Kaltimra bersama KPC menegaskan komitmen untuk memastikan ketersediaan listrik yang andal. Sebuah prasyarat penting bagi keberlanjutan pembangunan, geliat industri, dan kehidupan masyarakat di kawasan Borneo bagian timur. (*/kopi3)Tambahan Listrik 8 MW dari Tanjung Bara Perkuat Sistem Kaltim-Kaltara
BALIKPAPAN – Sistem kelistrikan di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) memperoleh tambahan daya baru. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) menjalin kerja sama strategis dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui pemanfaatan tenaga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Bara. Sinergi ini menghadirkan tambahan pasokan listrik sebesar 18 megawatt (MW) untuk memperkukuh struktur pasokan energi di kawasan tersebut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Balikpapan pada Kamis, (23/4/2026). Penandatanganan dilakukan oleh General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, bersama General Manager Coal Processing & Handling Division PT Kaltim Prima Coal, Poltak Sinaga. Kolaborasi ini menjadi salah satu ikhtiar konkret dalam merawat ketahanan energi di tengah geliat pertumbuhan kebutuhan listrik yang terus meningkat di wilayah Kaltim dan Kaltara.
Tambahan daya dari PLTU Tanjung Bara itu diharapkan memperkokoh konstruksi sistem kelistrikan Kaltim-Kaltara, sekaligus meningkatkan reliabilitas atau keandalan pasokan listrik. Stabilitas suplai energi dipandang penting untuk menopang aktivitas masyarakat, menjaga kesinambungan sektor industri, serta mempercepat pelbagai agenda pembangunan di kawasan yang kini tengah bergerak menuju fase pertumbuhan ekonomi baru.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menuturkan bahwa pemanfaatan tenaga listrik dari PLTU milik KPC menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga kesiapan sistem kelistrikan menghadapi dinamika permintaan energi yang terus berkembang.
“Pemanfaatan tenaga listrik dari PLTU Tanjung Bara KPC menjadi tambahan dukungan penting bagi sistem kelistrikan Kaltim dan Kaltara. Kehadiran pasokan ini diharapkan semakin memperkuat keandalan suplai listrik dalam mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan industri, serta percepatan pembangunan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ujar Chaliq.
Menurut dia, penguatan sistem kelistrikan melalui kemitraan lintas sektor merupakan strategi yang relevan dalam menjaga kesiapan infrastruktur energi agar tetap tangguh dan adaptif terhadap perubahan lanskap pembangunan. Sistem kelistrikan, kata dia, tidak hanya dituntut stabil, tetapi juga elastis dalam merespons pertumbuhan kawasan.
“PLN terus mendorong kolaborasi strategis dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya menjaga sistem kelistrikan tetap andal dan mampu mendukung dinamika pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Di sisi lain, General Manager Coal Processing & Handling Division PT Kaltim Prima Coal, Poltak Sinaga, menilai kerja sama ini sebagai kelanjutan dari jalinan sinergi yang telah lama terbentuk antara KPC dan PLN dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan regional.
“Kami menyambut baik sinergi yang terjalin bersama PLN. Dukungan tenaga listrik dari PLTU Tanjung Bara diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat sistem kelistrikan serta mendukung kebutuhan energi masyarakat dan industri di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ungkap Poltak.
Tambahan pasokan listrik ini menandai upaya kolektif dalam mempertebal fondasi infrastruktur energi di Kaltim dan Kaltara. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, PLN UID Kaltimra bersama KPC menegaskan komitmen untuk memastikan ketersediaan listrik yang andal. Sebuah prasyarat penting bagi keberlanjutan pembangunan, geliat industri, dan kehidupan masyarakat di kawasan Borneo bagian timur. (*/kopi3)































