Bupati Kutim sampaikan sambutan KKN ke Mahasiswa STIPER. Foto. Awal/Lintang/Bagus Pro Kutim
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, membuka secara resmi Kegiatan Pembekalan (Santiaji) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXII Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutim Tahun 2026. Acara yang mengusung tema “Optimalisasi Potensi Desa Kecamatan Kaubun dalam Mendukung dan Mewujudkan Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” tersebut berlangsung khidmat di Aula STIPER Kutim, Selasa (21/7/2026) pagi.
Dalam arahannya di hadapan civitas akademika dan calon peserta KKN, Ardiansyah menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas penuntasan Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan bagian dari perpanjangan tangan pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan perdesaan.
“Saudara yang hadir dan mengabdi di Kaubun nanti akan berinteraksi langsung dengan para petani yang kini telah bertransformasi menjadi masyarakat modern. KKN adalah bagian nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saya berharap adik-adik mahasiswa bisa menjadi representasi pemerintah daerah dalam membawa perubahan positif dan solusi di lapangan,”* ujar Ardiansyah.

Lebih lanjut, Bupati menceritakan bahwa perumusan visi pembangunan Kutim saat ini lahir dari landasan akademis yang kuat melalui diskusi mendalam bersama para pakar dari tiga perguruan tinggi, yakni STIPER, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Mulawarman (Unmul). Menurutnya, tiga pilar visi tersebut sangat relevan dengan peran mahasiswa selama mengabdi di desa.
Tagline Tangguh mengacu pada daya tahan geografis dan kekayaan alam Kutim yang dijuluki Magicland. Daerah ini dianugerahi bentang alam luar biasa, mulai dari potensi maritim garis pantai yang panjang hingga kekayaan tambang di daratan seperti emas, batu bara, dan bijih besi yang menuntut pengelolaan secara cermat.
Kemudian tagline Mandiri memiliki arti menjadi jawaban atas dinamika fiskal daerah, terutama menghadapi efisiensi Transfer ke Daerah (TKD) dalam dua tahun terakhir. Kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal menjadi kunci utama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan.

Terakhir tagline Berdaya Saing seperti dirajut melalui penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Pemkab Kutim berkomitmen memfasilitasi pendidikan agar generasi muda di kampus lokal seperti STIPER dapat memaksimalkan potensinya tanpa terkendala biaya, sehingga siap bersaing di era industri dan pertanian modern.
Bupati juga menyoroti pemilihan Kecamatan Kaubun sebagai lokasi KKN yang dinilainya sangat strategis. Kaubun merupakan kawasan eks-transmigrasi yang memiliki rekam jejak komoditas unggulan yang kuat, seperti produk pisang di Desa Kadungan Jaya yang pernah menembus pasar ekspor, kawasan sentra padi, hingga potensi perikanan udang di sekitar Jembatan Nibung.
Ardiansyah meyakini, kreativitas mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu mampu menciptakan terobosan ekonomi baru bagi warga perdesaan, sebagaimana inspirasi kelompok mahasiswa KKN pada era 1990-an yang sukses memberdayakan masyarakat melalui inovasi olahan kopi jahe hingga mandiri.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat menempatkan ketahanan pangan sebagai program prioritas nasional. Dalam konteks ini, STIPER seharusnya menjadi kampus andalan kita. Saya berharap mahasiswa STIPER mampu mengambil peran sentral dalam mengawal isu ketahanan pangan daerah,” imbau Bupati.

Sebelumnya, Ketua Panitia KKN Angkatan XXII STIPER Kutim, Rudiyanto, melaporkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini akan berlangsung selama 45 hari, terhitung mulai 28 Juli hingga 10 September 2026.
Sebanyak 53 peserta (27 laki-laki dan 26 perempuan) yang telah memenuhi kualifikasi akademik minimal 100 SKS akan diterjunkan secara mandiri ke 6 desa di Kecamatan Kaubun, meliputi Desa Bukit Permata, Bumi Rapak, Cipta Graha, Kadungan Jaya, Mata Air dan Pengadan Baru
Para peserta merupakan gabungan mahasiswa lintas disiplin ilmu, meliputi Program Studi Agroteknologi, Teknik Pertanian, Kehutanan, Peternakan, Ilmu Kelautan (Konsentrasi Budidaya Perairan), dan Konsentrasi Agribisnis.

Sementara itu, Ketua STIPER Kutim, Ismail Fahmy Almadi, berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga adab, kekompakan, dan silaturahmi dengan warga setempat. Ia menekankan bahwa sektor pertanian Kutim saat ini menunjukkan tren positif di tengah penurunan sektor pertambangan. Melalui kehadiran kader-kader tani muda dari STIPER di setiap desa, mahasiswa KKN diharapkan dapat mengidentifikasi masalah sekaligus memberikan pemecahan masalah (problem solving) yang solutif bagi kemajuan pertanian lokal.(kopi5/kopi13/kopi3)

































