Beranda Kutai Timur Kutim Siapkan Pengembangan Aren, Gandeng SAI Perkuat Industri Hulu ke Hilir

Kutim Siapkan Pengembangan Aren, Gandeng SAI Perkuat Industri Hulu ke Hilir

33 views
0

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi didampingi CEO PT Sultan Aren Indonesia saat mengunjungi wadah pembibitan. Foto: Habibah/Pro Kutim

MEDAN – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) menyiapkan berbagai program strategis untuk mengembangkan komoditas aren sebagai salah satu sektor perkebunan unggulan di luar kelapa sawit. Langkah tersebut disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disbun Kutim Aliansyah Saragih, mewakili Kepala Disbun saat kunjungan kerja ke PT Sultan Aren Indonesia (SAI) di Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (4/7/2026).

Aliansyah menjelaskan, pengembangan aren akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani, penyediaan benih unggul, pembangunan industri hilir, hingga perluasan jaringan pemasaran hasil olahan aren.

Menurutnya, Disbun Kutim memprioritaskan peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan budidaya tanaman aren yang modern. Selain itu, pemerintah daerah akan memperkuat pendampingan kepada petani mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan agar usaha tani aren dapat berkembang secara berkelanjutan.

Untuk menjamin ketersediaan benih berkualitas, Disbun Kutim juga akan menambah pohon induk aren genjah Kutim yang saat ini berada di kawasan Kandolo. Program tersebut dilaksanakan bersama pemulia dari Balai Penelitian Tanaman Palma (Balitka) Manado, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, UPT Pengawas Benih Disbun Provinsi Kalimantan Timur, serta Disbun Kutim sebagai sumber benih pengembangan tanaman aren.

Tidak hanya berfokus pada budidaya, Disbun juga menyiapkan sarana dan prasarana industri hilir agar hasil panen aren dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Di saat yang sama, pemerintah daerah akan membangun jaringan pemasaran guna memperluas penyerapan produk olahan masyarakat.

Aliansyah menuturkan, tanaman aren memiliki potensi ekonomi yang sangat besar karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Selain menghasilkan nira yang diolah menjadi gula cetak, gula semut, dan gula cair, aren juga menghasilkan kolang-kaling, ijuk, lidi, hingga batang tua yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bahkan pati atau sagu aren dinilai berpotensi mendukung program ketahanan pangan sebagai alternatif selain sagu rumbia

Dalam upaya mempercepat pengembangan tersebut, Disbun Kutim menjajaki kerja sama dengan PT Sultan Aren Indonesia. Kolaborasi itu difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM petani, pengembangan industri hulu dan hilir, perluasan pemasaran, serta penguatan kelembagaan petani dengan mengadopsi pola pengembangan yang telah diterapkan perusahaan tersebut di Medan.

Disbun juga menegaskan bahwa Kutim memiliki keunggulan berupa aren genjah Kutim yang telah ditetapkan sebagai satu-satunya varietas aren nasional oleh Menteri Pertanian. Namun, keberadaan pohon induk di kawasan Kandolo yang berada di wilayah Taman Nasional Kutai (TNK) menjadi perhatian sehingga pembangunan kebun induk duplikat di luar kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas untuk menjaga kelestarian plasma nutfah varietas unggul tersebut.

Di sisi lain, sejumlah tantangan masih perlu diantisipasi, di antaranya keterbatasan tenaga kerja pada kegiatan panen dan pascapanen, pengolahan nira menjadi berbagai produk turunan, serta kebutuhan bahan bakar dalam proses produksi.

Melalui berbagai strategi tersebut, Disbun Kutim berharap komoditas aren semakin diminati masyarakat sebagai alternatif usaha perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pengembangan aren juga dapat dilakukan melalui sistem tumpang sari bersama tanaman buah-buahan, kakao, maupun kopi sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.

Sementara itu, CEO PT Sultan Aren Indonesia, Ilham Saputra menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh rencana pengembangan komoditas aren di Kutim. Menurutnya, potensi aren di daerah tersebut sangat besar dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikembangkan secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

“Kami siap mendampingi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan para petani dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari teknik budidaya, pengolahan hasil, pengembangan industri hilir, hingga strategi pemasaran. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis aren dapat menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan pasar terhadap produk-produk olahan aren terus meningkat, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Kutim untuk mengembangkan industri aren yang berdaya saing.

“Kami juga siap menjalin kerja sama yang berkelanjutan dengan Dinas Perkebunan Kutai Timur. Harapan kami, aren genjah Kutim sebagai varietas unggul nasional dapat terus dilestarikan, dikembangkan, dan menjadi kebanggaan daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, pengembangan aren di Kutim diharapkan mampu menciptakan industri perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi, ramah lingkungan, berkelanjutan, sekaligus membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan petani.(kopi10/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini