Penandatanganan MoU antara PT. Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda) dengan Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur tentang penjualan air bersih. Foto: Istimewa
SANGATTA – Menurunnya debit mata air di kawasan Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang, menjadi penyebab utama terhentinya distribusi air bersih menuju Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kondisi tersebut memaksa Perumdam Air Minum Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim mengambil langkah cepat melalui kerja sama penyediaan air curah dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim, Suparjan, menjelaskan bahwa sumber air pada lokasi GMP dan Aphi-Aphi di Gunung Sekerat mengalami penurunan debit yang cukup drastis. Apabila pada musim hujan kedua mata air tersebut mampu menghasilkan sekitar 50 liter per detik, kini kapasitasnya hanya tersisa sekitar 15 liter per detik. Penurunan volume air itu berdampak langsung terhadap kemampuan sistem penyediaan air baku. Sehingga distribusi menuju dua desa di Kecamatan Sangkulirang tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Terhentinya distribusi air bersih ke Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang, disebabkan oleh menurunnya debit mata air pada sumber GMP dan Aphi-Aphi di Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang. Saat ini debit kedua sumber mata air tersebut hanya mencapai sekitar 15 liter per detik, sedangkan pada kondisi normal saat musim hujan debitnya mencapai sekitar 50 liter per detik,” ujar Suparjan, Sabtu (4/7/2026).
Menghadapi situasi tersebut, Perumdam TTB Kutim memilih memperkuat pasokan melalui skema kerja sama dengan SPAM KEK Maloy yang dikelola PT Melati Bhakti Sejahtera (PT MBS), perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Langkah tersebut telah memasuki tahapan awal setelah Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) ditandatangani pada Rabu, 1 Juli 2026. Tahap berikutnya adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli 2026.
“Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, Perumdam Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur telah melakukan kerja sama penyediaan air bersih curah dari SPAM KEK Maloy yang dikelola oleh PT Melati Bhakti Sejahtera (PT MBS), Perusahaan Daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Nota Kesepahaman (MoU) telah ditandatangani pada Rabu, 1 Juli 2026, dan akan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada bulan Juli 2026,” kata Suparjan.

Melalui kerja sama tersebut, Perumdam menargetkan distribusi air bersih menuju Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy dapat kembali berlangsung pada bulan Juli 2026. Target itu bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung yang kini tengah dipersiapkan oleh PT MBS. Saat ini, PT MBS masih menjalankan proses pengajuan penambahan daya listrik kepada PLN untuk mendukung operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) di kawasan KEK Maloy. Penambahan kapasitas listrik itu menjadi salah satu prasyarat agar suplai air curah kepada Perumdam dapat direalisasikan sesuai rencana.
“Dengan terealisasinya kerja sama tersebut, pendistribusian air bersih ke Desa Benua Baru Ilir dan Desa Maloy ditargetkan dapat kembali dilaksanakan pada bulan Juli 2026. Saat ini, PT MBS sedang dalam proses pengajuan penambahan daya listrik PLN untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) di kawasan KEK Maloy. Proses tersebut direncanakan selesai pada bulan Juli 2026 sehingga pasokan air curah kepada Perumdam dapat segera direalisasikan,” jelasnya.
Di saat yang sama, Perumdam Tirta Tuah Benua juga melakukan pembenahan pada jaringan penunjang distribusi. Salah satu pekerjaan yang telah diselesaikan ialah perbaikan reservoir booster (bangunan penampung sekaligus penguat tekanan distribusi air) berkapasitas 1.400 meter kubik di Desa Bumi Sejahtera, Kecamatan Kaliorang. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan sistem distribusi sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih stabil ketika pasokan air kembali normal.
“Selain itu, pada bulan Juli 2026 Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur juga telah menyelesaikan perbaikan reservoir booster berkapasitas 1.400 meter kubik di Desa Bumi Sejahtera, Kecamatan Kaliorang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem distribusi air bersih kepada masyarakat,” ujar Suparjan.
Perumdam Tirta Tuah Benua Kutim menegaskan bahwa seluruh langkah teknis yang ditempuh merupakan ikhtiar untuk mempercepat pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak. Optimalisasi sumber pasokan alternatif, penguatan infrastruktur distribusi, serta penyelesaian proses kerja sama dengan PT MBS menjadi rangkaian upaya yang diharapkan mampu mengembalikan pelayanan kepada pelanggan dalam waktu sesingkat mungkin.
“Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh upaya teknis agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat kembali normal secepatnya,” tutup Suparjan. (kopi3)






























