Momen pembukaan pelatihan berbasis kompetensi BLKI. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) APBD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) di Gedung Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Kutim, Senin (6/7/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, yang ditandai dengan pemasangan seragam pelatihan kepada perwakilan peserta. Hadir pada kesempatan tersebut unsur Forkopimda, Komandan Lanal Sangatta, jajaran perangkat daerah, perwakilan perusahaan mitra, instruktur, serta para peserta pelatihan.
Pelatihan berbasis kompetensi tahun ini membuka tiga program kejuruan, yakni Operator Excavator, Bisnis Manajemen, dan Teknik Instalasi Listrik. Ketiga bidang tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang, sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui investasi pada kualitas masyarakat.
“Pelatihan ini merupakan implementasi komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan daya saing. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang siap bekerja dan memiliki kemampuan sesuai standar kompetensi,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, pelatihan harus selaras dengan kebutuhan perusahaan agar lulusan memiliki peluang yang lebih besar untuk terserap di dunia kerja. Selain menjadi bekal memperoleh pekerjaan, keterampilan yang dimiliki juga diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadi pelaku usaha yang mandiri dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

Bupati juga meminta agar kesempatan pelatihan ini benar-benar dimanfaatkan oleh putra-putri Kutim untuk meningkatkan kemampuan diri sehingga mampu bersaing, baik di dalam maupun di luar daerah.
Melalui Distransnaker, pelatihan ini menghadirkan tiga program kejuruan, yaitu Operator Excavator, Bisnis Manajemen, dan Teknik Instalasi Listrik.

Program ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim dalam meningkatkan kompetensi putra-putri daerah agar memiliki keterampilan, sertifikasi, dan daya saing yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Keterampilan adalah bekal masa depan. Dengan kompetensi yang dimiliki, diharapkan peserta mampu meraih peluang kerja, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” pesan Bupati.
Mari bersama membangun SDM Kutim yang unggul, profesional, dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinstransnaker Kutim Sulismam menjelaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi merupakan bagian dari program prioritas daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
“Program tersebut sekaligus mendukung tiga fokus utama Distransnaker, yaitu perlindungan pekerja rentan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi, serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat Kutim,” sebut Sulisman.

Selanjutnya, pelatihan dilaksanakan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Ratusan pendaftar mengikuti proses seleksi, sementara pelatihan berlangsung selama 36 hari, mulai 6 Juli hingga 24 Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Kutim berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan terus diperkuat agar lulusan pelatihan dapat terserap secara optimal di berbagai sektor industri.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, Pemkab Kutim optimistis akan lahir sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan dunia kerja. Sejalan dengan visi pembangunan daerah, peningkatan kompetensi masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kutim yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.(kopi15/kopi13/kopi3)






























