Atlet Triathlon Kutim. Foto : Istimewa
SANGATTA – Cabang olahraga triathlon Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Meski memiliki kuota hingga 24 atlet, tim hanya akan memberangkatkan 12 atlet yang dinilai paling siap bersaing demi mewujudkan target tiga medali emas.
Keputusan itu diambil setelah tim pelatih melakukan evaluasi terhadap hasil pemusatan latihan (training camp/TC) dan perkembangan atlet. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memaksimalkan peluang meraih prestasi.
Manajer Cabor Triathlon Kutim, Dayang Rika, mengatakan, persiapan atlet telah berlangsung sejak awal tahun melalui program latihan yang terstruktur. Selain menjalani training camp, para atlet juga rutin mengikuti berbagai kejuaraan sebagai tolok ukur perkembangan kemampuan.
“Persiapan kami sudah berjalan sejak awal tahun. Atlet-atlet unggulan menjalani training camp dan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bagian dari upaya meningkatkan performa menjelang Porprov,” ujar Dayang Rika saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).
Optimisme Kutim tidak lepas dari hasil Babak Kualifikasi (BK) Triathlon yang berlangsung di Tenggarong pada 2025. Saat itu, Kutim mengirim delapan atlet didampingi dua pelatih untuk mengikuti tujuh nomor pertandingan dan berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perak, serta dua perunggu.
Medali emas diraih dari nomor Duathlon Elite, sedangkan medali perak diperoleh pada nomor Duathlon Mix Relay. Dua medali perunggu masing-masing disumbangkan dari nomor Duathlon Elite Putri dan Triathlon Elite Putra.

Hasil tersebut sebenarnya memberi peluang bagi Kutim mengirimkan hingga 24 atlet ke Porprov VIII. Namun, setelah mempertimbangkan kesiapan fisik, teknik, dan peluang meraih prestasi, jumlah atlet dipangkas menjadi 12 orang.
“Kuota sebenarnya memungkinkan kita mengirim 24 atlet. Tetapi setelah melalui evaluasi kemampuan dan kesiapan atlet, kami memutuskan memberangkatkan 12 atlet yang dianggap paling siap untuk bersaing di Porprov,” kata Dayang Rika.
Sebanyak 12 atlet itu terdiri atas delapan atlet putra dan empat atlet putri. Mereka akan didampingi dua pelatih dan diproyeksikan tampil pada 13 nomor pertandingan, yakni delapan nomor individu dan lima nomor beregu.
Untuk meningkatkan kualitas atlet, tim pelatih membagi pola pembinaan sesuai kelompok. Atlet unggulan menjalani training camp di Situbondo, Jawa Timur, sekaligus mengikuti sejumlah kejuaraan nasional dan Kejurnas seri 1 hingga seri 4.
Sementara itu, atlet yang menjalani pembinaan di daerah mengikuti training camp mandiri sejak Januari 2026. Mereka juga rutin berpartisipasi dalam berbagai ajang lomba lari di Kalimantan Timur untuk menjaga kondisi fisik, daya tahan, dan mental bertanding.
Menghadapi Porprov VIII di Paser, triathlon Kutim memasang target meraih tiga medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Tiga medali emas dibidik dari nomor Duathlon Putra, Duathlon Putri, dan Duathlon Mix Relay.
“Target kami tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu. Kami optimistis target itu bisa dicapai karena persiapan atlet berjalan sesuai program dan mereka menunjukkan perkembangan yang baik selama latihan maupun saat mengikuti berbagai kejuaraan,” tutur Dayang Rika.
Selain emas, Kutim membidik tiga medali perak dari nomor Triathlon Super Sprint Putra, Duathlon Team Relay Putri, dan Aquathlon Putra. Adapun empat medali perunggu ditargetkan melalui nomor Triathlon Super Sprint Putri, Triathlon Mix Relay Putra-Putri, Triathlon Sprint Putri, dan Triathlon Sprint Putra.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, triathlon Kutim berharap mampu menjadi salah satu penyumbang medali bagi kontingen Kutai Timur pada Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, memastikan persiapan menghadapi Porprov VIII Kaltim terus berjalan sesuai rencana. Menurut dia, hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov menjadi pijakan penting dalam menyusun strategi sekaligus meningkatkan optimisme kontingen Kutim.
“Kalau berkaca dari hasil BK Porprov yang lalu, raihan kita sangat baik. Itu menjadi modal awal bagi kita dalam mempersiapkan atlet menghadapi Porprov,” kata Basuki.
Basuki menjelaskan, Dispora telah memetakan kebutuhan masing-masing cabang olahraga sebagai bagian dari percepatan persiapan. Seluruh pengurus cabang olahraga juga diminta segera menyusun program pembinaan yang lebih terarah.
Salah satu langkah yang didorong adalah pelaksanaan Training Center (TC) mandiri oleh setiap cabang olahraga. Upaya itu dinilai penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan kesiapan fisik, teknik, dan mental atlet sembari menunggu keputusan resmi dari Panitia Besar (PB) Porprov.
“Kami meminta setiap cabor segera mempersiapkan diri, salah satunya dengan melaksanakan TC mandiri sambil menunggu keputusan resmi dari PB Porprov,” tutupnya. (kopi14/kopi13/kopi3)































