Beranda Kutai Timur Penguatan Desa Berlanjut, BPD Tiga Kecamatan Pesisir Dikukuhkan

Penguatan Desa Berlanjut, BPD Tiga Kecamatan Pesisir Dikukuhkan

51 views
0

Pengukuhan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggota BPD Pengganti Antar Waktu (PAW) dari sejumlah desa di Kecamatan Kaubun, Karangan, Sangkulirang, dan Sandaran. Foto: Alvian/Pro Kutim 

SANGKULIRANG – Pagi di Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), Kamis (2/7/2026), tidak hanya menjadi penanda diresmikannya sejumlah fasilitas desa. Hari itu juga menjadi momentum memperkuat sendi pemerintahan di tingkat paling bawah. Setelah meresmikan kantor pelayanan, fasilitas pemberdayaan keluarga, taman bermain anak, serta meninjau armada pemadam kebakaran jalur laut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengukuhkan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggota BPD Pengganti Antar Waktu (PAW) dari sejumlah desa di Kecamatan Kaubun, Karangan, Sangkulirang, dan Sandaran.

Rangkaian kegiatan tersebut menggambarkan bahwa pembangunan desa tidak berhenti pada penyediaan prasarana. Pemkab Kutim juga berupaya memperteguh kelembagaan desa agar pelayanan publik, pengawasan pembangunan, dan penyaluran aspirasi masyarakat berjalan beriringan. Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kutim Siti Robiah, Ardiansyah lebih dahulu meresmikan Kantor Sekretariat BPD Desa Benua Baru Ulu, Kantor TP PKK Desa Benua Baru Ulu, serta Taman Bermain Anak. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mendukung pelayanan pemerintahan desa sekaligus menyediakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk bertumbuh dan beraktivitas.

Agenda berikutnya mengarah ke kawasan pesisir. Di sana, Ardiansyah meninjau kesiapan fire boat (kapal pemadam kebakaran) yang disiapkan untuk memperkuat armada penanggulangan kebakaran di wilayah yang lebih mudah dijangkau melalui jalur laut. Kehadiran armada tersebut diharapkan mempercepat respons saat keadaan darurat sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir. Armada itu juga akan bersinergi dengan Manggala Agni dari BPBD Kutim. Selepas rangkaian peresmian, kegiatan berlanjut di Gedung Serbaguna Kecamatan Sangkulirang. Di hadapan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga peserta, prosesi pengambilan sumpah dan janji anggota BPD berlangsung dengan khidmat.

Momentum tersebut menjadi awal bagi para anggota BPD untuk mengemban amanah sebagai mitra pemerintah desa sekaligus wakil masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan desa.

Dalam arahannya, Ardiansyah Sulaiman mengingatkan bahwa BPD memiliki kedudukan strategis dalam menjaga keseimbangan tata kelola pemerintahan desa. Hubungan yang harmonis dengan kepala desa, menurutnya, menjadi prasyarat agar setiap kebijakan lahir melalui musyawarah dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“BPD adalah mitra kepala desa. Bangun komunikasi yang baik, saling mengingatkan, dan utamakan musyawarah dalam setiap keputusan. Jangan bekerja untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi untuk seluruh masyarakat desa,” ujar Ardiansyah.

Ia menegaskan, sumpah jabatan bukan sekadar rangkaian seremonial, melainkan ikrar moral yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.

“Jabatan ini adalah amanah. Dengarkan keluhan masyarakat, awasi pembangunan dengan baik, dan bersama kepala desa cari solusi atas setiap persoalan. Kalau kita kompak, desa akan semakin maju dan masyarakat merasakan manfaatnya,” pesannya.

Penekanan terhadap kemitraan antara pemerintah desa dan BPD juga menjadi bagian penting dalam upaya membangun pemerintahan desa yang terbuka, partisipatif, dan akuntabel. Keberadaan BPD diharapkan mampu menghadirkan ruang dialog bagi masyarakat sekaligus memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.

Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, menyebut pengukuhan anggota BPD sebagai momentum memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang melibatkan partisipasi masyarakat.

“Kami berharap seluruh anggota BPD yang baru dikukuhkan maupun pergantian antar waktu dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, membangun sinergi dengan pemerintah desa, serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Kolaborasi yang baik akan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan di desa-desa Kecamatan Sangkulirang,” ujarnya.

Harapan itu disambut para anggota BPD yang baru mengucapkan sumpah jabatan. Miswar dari Desa Mata Air, Kecamatan Kaubun, mengatakan kepercayaan masyarakat akan dijawab dengan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan ini. Kami akan berusaha menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, menjaga kepercayaan masyarakat, serta bekerja sama dengan kepala desa agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan warga,” katanya.

Keseluruhan agenda di Sangkulirang memperlihatkan arah pembangunan desa yang ditempuh Pemkab Kutim. Pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan kantor pelayanan, fasilitas pemberdayaan masyarakat, ruang bermain anak, maupun penguatan sarana keselamatan bagi kawasan pesisir. Pada saat yang sama, pemerintah juga memperkukuh institusi desa melalui penguatan peran BPD sebagai mitra pemerintah desa dan penyalur aspirasi masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BPD, TP PKK, serta masyarakat, pembangunan desa diharapkan berlangsung lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga hingga ke tingkat desa. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini