Pustakawan Dispusip Kutim, Nurul Ananda. Foto: Miftah/Pro Kutim
SANGATTA — Upaya memperkuat budaya literasi hingga ke pelosok desa terus didorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip). Tahun ini, Dispusip kembali menggelar Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan se-Kutim 2026 untuk mencari perpustakaan desa terbaik sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan literasi di tingkat desa.
Sebanyak empat perpustakaan desa mengikuti ajang tersebut, yakni perpustakaan dari Desa Sepaso, Suka Rahmat, Kandolo, dan Swarga Bara. Keempatnya kini bersaing menunjukkan kualitas pengelolaan dan inovasi layanan Perpusdes yang dimiliki.
Pustakawan Dispusip Kutim, Nurul Ananda Isnaini, menjelaskan saat ini tahapan lomba memasuki proses verifikasi administrasi dan kelengkapan berkas.

“Pada minggu ini dilakukan verifikasi berkas, kemudian minggu depan dilanjutkan dengan visitasi atau kunjungan lapangan untuk penilaian langsung ke lokasi perpustakaan,” ujarnya kepada Pro Kutim, Kamis (2/7/2026).
Dalam proses penilaian, tim juri tidak hanya melihat kondisi fisik perpustakaan, tetapi juga berbagai aspek pendukung lainnya. Mulai dari tata kelola perpustakaan, kualitas layanan kepada masyarakat, ketersediaan dan kompetensi tenaga perpustakaan, hingga inovasi yang dikembangkan serta dampaknya terhadap peningkatan budaya membaca di lingkungan desa.
Menurut Nurul, lomba perpustakaan desa di Kutim baru rutin dilaksanakan dalam dua tahun terakhir. Meski demikian, kompetisi ini menjadi pintu masuk bagi perpustakaan desa untuk bersaing pada jenjang yang lebih tinggi.
Secara nasional, lomba perpustakaan desa dapat berlanjut hingga tingkat nasional. Namun sejauh ini, perwakilan Kutim baru mampu melaju hingga tingkat provinsi.

“Pada Tahun 2024, kita mendapat juara harapan 3. Untuk tahun kemarin, kita juga masih berada di juara harapan. Nah, tahun ini harapannya bisa lebih meningkat lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip Kutim, Muhammad Junaid, yang mewakili Kepala Dispusip Ayub, berharap kompetisi ini mampu memicu lahirnya lebih banyak perpustakaan desa yang aktif dan inovatif di seluruh wilayah Kutim.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan desa memiliki peran penting sebagai ruang belajar masyarakat, pusat informasi, sekaligus sarana penguatan budaya membaca di tengah perkembangan teknologi digital saat ini.
“Harapan kami ke depan semakin banyak desa yang ikut berpartisipasi dan semakin banyak pula perpustakaan desa yang hadir untuk mendukung budaya literasi di Kutai Timur,” ujarnya.
Pemenang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Kutim 2026 dijadwalkan akan diumumkan pada 14 Juli 2026 mendatang. Lebih dari sekadar kompetisi, lomba ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa untuk terus membangun ekosistem literasi yang hidup dan berkelanjutan, sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga pusat aktivitas belajar dan pemberdayaan di masyarakat.(kopi8/kopi13/kopi3)

































