Teks foto: Perayaan Natal Persekutian Umat Kristen Korpri TNI dan Polri Kutai Timur. Foto : Alvian/Prokutim
SANGATTA-Di tengah sukacita Natal, ribuan jemaat memadati Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat, 16 Januari 2026. Perayaan Natal Persekutuan Umat Kristen Korpri, TNI dan Polri Kabupaten Kutai Timur yang mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, serta dihadiri langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman bersama sekitar 2.000 jemaat.
Perayaan Natal tersebut menjadi momentum kebersamaan umat Kristen lintas institusi Korpri, TNI, dan Polri yang hadir tidak hanya sebagai aparatur negara, tetapi juga sebagai pribadi dan keluarga yang membutuhkan penguatan iman di tengah tantangan tugas dan pengabdian.
Dalam pesan Natalnya, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengajak seluruh jemaat untuk kembali menempatkan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan beriman dan bermasyarakat.

“Natal mengingatkan kita bahwa kehadiran Allah nyata di tengah keluarga. Dari keluargalah nilai iman, kejujuran, dan semangat melayani ditanamkan. Jika keluarga kuat, maka masyarakat dan daerah juga akan kuat,” ujar Ardiansyah.
Ketua Persekutuan Umat Kristen Korpri, TNI dan Polri Kutai Timur, Simon Salombe, menegaskan bahwa perayaan Natal ini menjadi sarana mempererat persaudaraan dan solidaritas lintas profesi dalam terang kasih Kristus.
“Melalui Natal ini, kita diingatkan bahwa di balik tugas negara yang berat, kita tetap dipanggil untuk menghadirkan kasih, damai sejahtera, dan keteladanan, dimulai dari keluarga dan lingkungan kerja,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal Bony Briks menyampaikan apresiasi atas partisipasi jemaat dan dukungan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan perayaan Natal tersebut.

“Kami bersyukur perayaan Natal ini dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh sukacita. Antusiasme jemaat menjadi bukti bahwa kebersamaan dan iman tetap hidup di tengah kesibukan pelayanan,.Usai perayaan Natal ini akan ada bakti sosial beberapa waktu jelang perayaan Paskah” ungkapnya.
Ibadah Natal diperkaya dengan pelayanan Firman Tuhan oleh Pastor Crisyan Dwiputra Malla. Dalam khotbah dan pesan Natalnya, Pastor Crisyan menegaskan bahwa Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan tindakan iman yang nyata dan segera, tanpa menunda-nunda ketaatan kepada Tuhan.
“Natal adalah keputusan iman untuk segera merespons panggilan Allah. Jangan menunda pertobatan, jangan menunda pengampunan, dan jangan menunda untuk berharap sepenuhnya kepada Tuhan,” tegasnya.

Ia juga mengajak jemaat untuk membawa seluruh persoalan hidup, termasuk pergumulan dalam rumah tangga dan dinamika kehidupan sehari-hari, ke dalam terang kasih Kristus.
“Masalah rumah tangga, pekerjaan, dan pelayanan bukan untuk dipendam sendiri. Natal mengajarkan kita untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan hidup dalam pengharapan penuh kepada-Nya,” lanjut Pastor Crisyan.
Menjelang akhir acara, suasana perayaan semakin semarak dengan pembagian sejumlah door prize kepada jemaat yang beruntung. Keceriaan dan tawa yang tercipta menjadi penutup manis, menandai perayaan Natal yang tidak hanya khidmat secara rohani, tetapi juga hangat dalam kebersamaan.

Perayaan Natal ini diharapkan menjadi pengingat bahwa iman dan pengabdian dapat berjalan seiring, menghadirkan terang Natal dalam keluarga, pelayanan publik, dan kehidupan bermasyarakat di Kutim.(kopi4)




































