Beranda Pertambangan & Energi Perkantoran Pemkab Pakai Listrik PLN – Penghematan Rp 35 Miliar Pertahun

Perkantoran Pemkab Pakai Listrik PLN – Penghematan Rp 35 Miliar Pertahun

89 views
0

SANGATTA- Kawasan perkantoran Bukit Pelangi, kini tidak lagi ketergantungan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) karena bertepatan peringatan HUT ke-73 RI, Jumat (17/8) Bupati Kutai Timur Ismunandar meresmikan pengalihan sambungan listrik tegangan menengah dari PLTD ke PLN sebesar 4,3 MVa.

Selama ini suplai listrik di Bukit Pelangi dipasok melalui PLTD dengan biaya konsumsi BBM dan pemeliharaan mesin sekitar Rp 50 miliar per tahun. Pengalihan dari PLTD ke listrik PLN ini, Kutim bisa menghemat Rp 35 miliar per tahun dengan perkiraan kebutuhan listrik untuk seluruh perkantoran rata-rata sebesar Rp 1- 1,5 miliar per bulan.

Ismunandar mengatakan bahwa dengan masuknya listrik PLN ke Bukit pelangi ini pelayanan masyarakat bisa lebih maksimal seperti pengurusan administrasi kependudukan dan penerbitan izin usaha. Secara keseluruhan ketersediaan listrik di Kutim tidak ada masalah. “ Terima kasih kepada PLN Rayon Bontang juga kepada PT.KPC yang sudah memberikan kelebihan daya ini. Sekarang masyarakat yang ingin memasang listrik tidak perlu kuatir lagi akan kekurangan daya, sekarang malah kelebihan power, ”jelas Ismunandar.

Ismunandar juga mengingatkan kepada seluruh OPD untuk bijak menggunakan listrik. “Gunakan listrik seperlunya saja. Sekarang tagihan listriknya masih terpusat dibayar oleh Bidang Aset di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” ujarnya.

Ismunandar juga menjelaskan selain listrik, kebutuhan air bersih di Bukit Pelangi sebentar lagi terpenuhi. Selam ini masih menggunakan sumber air sumur dalam dengan kualitas yang kurang baik.” Jika instalasinya sudah rampung diharapkan kawasan Bukit Pelangi bisa menikmati air bersih dari PDAM,” sebutnya.

Sementara itu Kepala BPKAD melalui Kepala Bidang Aset Daerah,Tedy Febrian mengatakan bahwa mesin genset yang ada ini nantinya untuk mem-“backup” kebutuhan listrik jika terjadi situasi “emergency”. “Diharapkan dengan adanya pasokan dari PLN ini pelayanan masyarakat juga bisa semakin lancer. Karena selama ini, OPD mendapat giliran penyalaan listrik, ada yang setiap Senin dan Rabu, ada pula tipa Selasa dan Kamis, jadi sangat mengganggu pelayanan dan produktivitas kerja,”jelasnya.(hms4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here