Beranda Kutai Timur Bukit Sebatik, Sayap Baru Wisata Udara Kutai Timur

Bukit Sebatik, Sayap Baru Wisata Udara Kutai Timur

483 views
0

TELUK PANDAN – Dari ketinggian Bukit Sebatik di Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), panorama alam terbentang memukau. Laut biru, perbukitan hijau, dan desa yang tertata tampak berpadu dalam satu bingkai keindahan. Di titik ini, angin berhembus lembut dari arah pesisir, menciptakan arus udara stabil yang ideal bagi olahraga dirgantara. Inilah kelebihan Bukit Sebatik, sebuah lanskap yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menjanjikan potensi besar bagi sport tourism di Kalimantan Timur (Kaltim).

Jumat (7/11/2025), langit Bukit Sebatik menjadi saksi lahirnya Sebatik Flying Site, arena paralayang pertama di wilayah pesisir Kutim. Peresmiannya bertepatan dengan pembukaan Festival Paralayang Kutim 2025, yang digelar sederhana oleh Pemerintah Kabupaten Kutim.

Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman hadir membuka kegiatan tersebut, disaksikan oleh Ketua Komite Paralayang Indonesia Asgaf Ahmad Umar, Ketua FASI Kutim Ninda Adisti, perwakilan komunitas olahraga dirgantara, serta ratusan warga yang memadati kawasan itu.

“Paralayang ini bukan hanya tentang olahraga prestasi, tetapi juga tentang pariwisata olahraga (sport tourism) yang mampu menggerakkan ekonomi warga. Kita harapkan olahraga ini menjadi magnet wisata baru, sekaligus sumber PAD,” ujar Ardiansyah.

Keunggulan Bukit Sebatik tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada topografi yang sempurna untuk terbang. Permukaan landai di puncak dan arah angin pesisir menjadikan lokasi ini aman dan ideal bagi atlet pemula maupun profesional. Tak heran, Pemkab Kutim berkomitmen memperkuat infrastruktur kawasan ini agar lebih aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Kami berterima kasih kepada PT Indominco Mandiri dan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) atas dukungan mereka dalam memperbaiki dan membuka akses jalan menuju puncak Sebatik. Prinsip kita jelas, safety first. Semua pengunjung dan atlet harus merasa aman dan nyaman,” tegasnya.

Sport tourism seperti ini bukan hanya tentang olahraga, tapi tentang semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk membangun Kutim yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing,” tutup Bupati.

Ketua Komite Paralayang Indonesia Asgaf Ahmad Umar, menilai Bukit Sebatik memiliki potensi alam yang langka.

“Saya melihat potensi besar di Kutim. Kalau dikembangkan serius, tempat ini bisa seperti Desa Kutuh di Kuta Selatan, Badung, Bali, yang kini mampu menghasilkan Pendapatan Asli Desa hingga Rp 50 miliar per tahun dari kegiatan sport tourism berbasis udara seperti paralayang dan paragliding,” ujarnya.

Peraih medali emas PON 2024 itu menambahkan, pihaknya siap mendukung pembinaan atlet dan promosi destinasi paralayang Kutim agar dapat masuk kalender nasional FASI.

Sementara itu, Ketua FASI Kutim Ninda Adisti menegaskan bahwa Sebatik Flying Site menjadi tonggak penting bagi olahraga dirgantara di daerah ini.

“Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, kami yakin sport tourism di Kutim bisa berkembang pesat. Ini bukan hanya tentang atlet, tapi tentang membuka peluang usaha baru bagi UMKM dan ekonomi warga sekitar,” katanya.

Festival Paralayang Kutim 2025 diikuti puluhan atlet dari berbagai daerah di Kaltim. Selain lomba ketepatan mendarat, kegiatan ini juga menghadirkan bazar UMKM, kuliner khas pesisir, dan pameran produk kreatif warga Teluk Pandan.

Salah satu atlet asal Samarinda Arjuna, mengaku kagum dengan bentang alam Sebatik. Dari atas sini pemandangannya luar biasa, laut, bukit, dan desa yang rapi terlihat sempurna.

“Aksesnya juga sudah mulai bagus. Ini spot paralayang potensial sekali,” tuturnya.

Keindahan alam yang berpadu dengan potensi ekonomi menjadikan Bukit Sebatik bukan sekadar lokasi olahraga, melainkan simbol transformasi wisata Kutim menuju kemandirian daerah. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini