Beranda Kutai Timur Pemkab Kutim Terima Rekomendasi Ekspedisi Patriot 2025

Pemkab Kutim Terima Rekomendasi Ekspedisi Patriot 2025

237
0

Jalannya audiensi Tim Ekspedisi Patriot 2025 di Ruang Damar GSG Bukit Pelangi. Foto: Miftah/ Pro Kutim

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) menerima laporan hasil studi komprehensif dari Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Pertemuan audiensi strategis ini berlangsung di Ruang Damar, Gedung Serba Guna (GSG), pada Senin (1/12/2025), dengan fokus utama pada potensi pengembangan kawasan Maloy–Kaliorang sebagai pusat nilai tambah ekonomi baru.

Penelitian lapangan yang telah dilaksanakan selama tiga bulan di empat kecamatan yaitu Kaliorang, Sangkulirang, Kaubun, dan Karangan menyoroti berbagai aspek sosial, ekonomi, dan infrastruktur kawasan transmigrasi.

Perwakilan Tim Ekspedisi UI, Erita Narhetali, memaparkan bahwa studi ini menemukan adanya kesenjangan layanan dasar yang signifikan di sejumlah desa sampel. Akses terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, dan air bersih dinilai belum merata.

Selain itu, persoalan tumpang tindih lahan masih menjadi tantangan serius, diperparah dengan tingginya ketergantungan masyarakat transmigrasi terhadap perusahaan di sekitarnya.

“Kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi lokasi perpindahan penduduk, tetapi harus menjadi pusat pertumbuhan baru dan penyuplai nilai tambah,” tegas Erita.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, UI merekomendasikan beberapa langkah percepatan pembangunan. Langkah-langkah utama meliputi perbaikan rantai pasok pangan yang dinilai realistis dicapai dalam jangka waktu 1–2 tahun, penguatan kapasitas dan tata kelola ekonomi warga dan penataan layanan dasar dan infrastruktur produktif.

Sementara itu, perwakilan dari Unpad, Titis Kurniawan, menyoroti potensi agrikultur kawasan. Kawasan studi memiliki potensi besar pada komoditas kelapa sawit dan khususnya pisang kepok grecek. Namun, tantangan berupa hambatan nilai ekonomi komoditas masih menghantui.

Tim Unpad merekomendasikan solusi yang berfokus pada hilirisasi dan peningkatan kapasitas SDM, di antaranya pelatihan dan pendampingan intensif bagi petani, penyediaan infrastruktur pendukung hilirisasi, penguatan kapasitas kelembagaan koperasi dan peningkatan pemasaran pisang dan inovasi produk turunannya.

Menanggapi hasil studi tersebut, Kepala Distransnaker Kutim Roma Malau, menegaskan bahwa laporan ini menjadi bahan krusial dalam merumuskan langkah pembangunan Pemkab Kutim ke depan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah untuk mendorong upaya hilirisasi transmigrasi.

“Tidak hanya peningkatan kualitas SDM, tetapi pembenahan infrastruktur juga harus berjalan beriringan. Jika infrastruktur mendukung, maka pertumbuhan ekonomi makro di Kutim akan semakin kuat,” ujar Roma.

Ia menambahkan bahwa semua rekomendasi dari UI dan Unpad akan menjadi acuan penting bagi Pemkab Kutim dalam mewujudkan pengembangan kawasan Maloy–Kaliorang sebagai pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan.(kopi8/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini