Beranda Kutai Timur Revitalisasi STAIS Lewat CSR, Wujud Kolaborasi Pemkab Kutim dan KPC

Revitalisasi STAIS Lewat CSR, Wujud Kolaborasi Pemkab Kutim dan KPC

106 views
0

Momen penyerahan secara simbolis CSR dari PT KPC kepada YPTAIS Kutim.Foto: Fathul/Pro Kutim

SANGATTA – Komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia industri. Hal tersebut ditandai dengan serah terima program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutim yang dilaksanakan secara simbolis di hadapan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Agama Islam Sangatta (YPTAIS) Kutim periode 2025–2030, yang berlangsung pada Sabtu (20/12/2025) di Gedung STAIS.

Bantuan CSR PT KPC tersebut berupa revitalisasi dan rehabilitasi fasilitas kampus STAIS Kutim dengan nilai total mencapai Rp 4.056.741.583. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia industri, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kutim.

Ketua STAIS Kutim Satriah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutim serta PT KPC atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan rehabilitasi gedung melalui program CSR tersebut merupakan bukti kepedulian nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan di daerah.

“Gedung yang lebih layak, nyaman, dan representatif tentu akan meningkatkan semangat belajar mahasiswa serta produktivitas dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa dukungan kebijakan serta pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Kutim selama proses pembangunan menjadi faktor penting yang memastikan STAIS tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kutim.

Lebih lanjut, Satriah menjelaskan bahwa rehabilitasi gedung ini merupakan bagian dari transformasi STAIS Kutim setelah berhasil meraih akreditasi program studi dengan predikat “Baik Sekali”. Kehadiran fasilitas yang telah direvitalisasi tersebut melengkapi aspek kenyamanan dan kelayakan sarana penunjang akademik yang menjadi bagian penting dalam penilaian akreditasi.

“Bangunan yang kokoh adalah wadah, namun ilmu dan karakter yang ditempa di dalamnya adalah jiwanya. Karena itu, sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi harus terus kita jaga,” tegasnya.

Ke depan, STAIS Kutim juga menargetkan peningkatan status kelembagaan, baik menuju institut maupun universitas. Hal ini sejalan dengan rekomendasi para asesor akreditasi, sehingga pihak STAIS berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan masyarakat luas.

Sementara itu, General Manager External Affairs & Sustainable Development PT Kaltim Prima Coal (KPC), Wawan Setiawan, menyampaikan bahwa program CSR ini berangkat dari gagasan besar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman untuk menjadikan STAIS sebagai lingkungan kampus yang indah, nyaman, dan membanggakan bagi seluruh civitas akademika.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal pelaksanaan, PT KPC memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai prosedur, transparan, dan akuntabel. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan panitia pelaksana dari yayasan dan pihak kampus, serta mengacu pada standar kualitas yang ditetapkan perusahaan.

“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan kami, sekaligus bentuk komitmen PT KPC dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan Islam di Kutim,” ujarnya.

Program revitalisasi tersebut dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama, yang dimulai pada 2 Juli 2025, difokuskan pada pembangunan masjid, gedung rektorat, perpustakaan, serta renovasi gedung pembelajaran. Tahap kedua dilanjutkan dengan perbaikan infrastruktur penunjang, seperti betonisasi jalan lingkungan kampus dan area parkir rektorat.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT KPC dalam memperbaiki sarana dan lingkungan kampus STAIS. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik harus diiringi dengan pengelolaan dan perawatan lingkungan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Gedungnya sudah diperbaiki, lingkungannya juga harus ditata dengan baik. Tanam pohon, rapikan taman, dan ciptakan suasana kampus yang asri agar semakin nyaman untuk kegiatan akademik,” ujar Bupati.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kutim, PT KPC, dan STAIS, diharapkan terwujud ekosistem pendidikan tinggi keagamaan yang berkualitas, berdaya saing, serta berkontribusi nyata dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia bagi masa depan daerah.(kopi12/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini