Beranda Kutai Timur Merawat Warisan Nusantara, Traditional Archery Tournament Bupati Cup Kutim Series 3 Sukses

Merawat Warisan Nusantara, Traditional Archery Tournament Bupati Cup Kutim Series 3 Sukses

360 views
0

Asisten Pemkesra Trisno serahkan piagam dan Hadiah kepada pemenang lomba. Foto: Bagus/Pro Kutim

SANGATTA — Gelaran akbar Kutai Timur (Kutim) Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025 resmi berakhir pada Minggu (28/12/25). Acara yang berlangsung di Lapangan Alun-alun Bukit Pelangi ini ditutup secara resmi oleh Bupati Kutim yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno yang hadir didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan.

Dalam sambutan penutupnya, Trisno menekankan bahwa panahan tradisional bukan sekadar olahraga fisik, melainkan warisan budaya yang telah mengakar kuat di Nusantara jauh sebelum Indonesia merdeka.

Trisno mengulas sisi historis panahan yang tercatat sejak zaman Kerajaan Majapahit, di mana pada masa Prabu Hayam Wuruk dikenal istilah Laras Panji dalam konteks kemahiran memanah. Menurutnya, panahan tradisional memiliki filosofi mendalam yang melampaui sekadar mengejar piala.

“Panahan tradisional ini adalah metode pembangunan karakter. Di dalamnya kita melatih kesabaran, kekuatan, ketepatan, dan yang paling utama adalah keselarasan. Keselarasan antara pikiran, hati, dan gerak badan,” ujar Trisno.

Ia menambahkan bahwa esensi utama dari turnamen ini bukanlah kemenangan mutlak, melainkan bagaimana filosofi panahan mampu membentuk pribadi yang tangguh. Hal ini selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Kutim dalam membangun masyarakat yang memiliki karakter kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, Trisno memberikan apresiasi tinggi kepada Dispora Kutim, khususnya kepada Kadispora Basuki Isnawan, atas konsistensi dalam menyelenggarakan ajang ini hingga mencapai level nasional.

“Saya berdiskusi dengan Mas Bas (Basuki Isnawan), dalam tiga tahun terakhir ini Dispora sangat konsisten. Harapan Pak Bupati, kegiatan ini akan terus berlanjut dan berkembang. Kita tidak hanya ingin berprestasi di kancah nasional, tapi juga membangun putra-putri terbaik bangsa yang lebih tangguh untuk membangun Kutim,” tambahnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Purnama Abu Fazly (NRC Donggala) tampil dominan dengan menjuarai kategori Aduan 70 Meter dan Kualifikasi 70 Meter. Pemenang lainnya meliputi Abu Alifah (Kualifikasi 40 Meter), Al Fathan Faeyza (5m Putra), Zaskia Aqila Zahra (5m Putri), Rasya Zikri Al Arkhan (7m Putra), Zahrini Azzahra Rukman (7m Putri), Muhammad Asyam Abdullah (10m Putra), dan Shanum Humairah (10m Putri).

Dengan berakhirnya seri ketiga ini, Kutim Traditional Archery Tournament kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ajang panahan tradisional paling bergengsi di Kalimantan Timur, yang menyatukan semangat olahraga dengan pelestarian budaya Nusantara.(kopi5/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini