Beranda Kutai Timur Pelayanan Publik Grade A, Ardiansyah Tantang JSIT Perkuat Mutu Pendidikan

Pelayanan Publik Grade A, Ardiansyah Tantang JSIT Perkuat Mutu Pendidikan

59
0

Bupati Ardiansyah membuka Musda ke-4 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kabupaten Kutim. Foto: Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kabupaten Kutim Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Berkolaborasi dan Berinovasi” ini berlangsung di Aula Gedung Wanita Bukit Pelangi, Minggu (8/2/2026) pagi.

Musda tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan estafet kepemimpinan organisasi sekaligus penguatan kualitas pendidikan berbasis Islam di wilayah Kutim.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah mengungkapkan bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menempatkan Kutim sebagai salah satu daerah dengan pelayanan publik terbaik di Indonesia. Di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kutim masuk dalam jajaran elit kabupaten dengan grade A.

​”Pelayanan publik kita diakui secara nasional dengan predikat A. Prestasi ini tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui kewajiban pemerintah dalam mandatory spending (belanja wajib) di bidang pendidikan,” ujar Ardiansyah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejalan dengan predikat pelayanan terbaik tersebut, Pemkab Kutim terus menjaga komitmen alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD. Meskipun pada tahun anggaran 2026 kapasitas fiskal daerah terkoreksi menjadi Rp 5,7 triliun, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 9 triliun, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Pelayanan publik di bidang pendidikan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga aksesibilitas. Program bantuan seragam gratis empat setel, buku, dan sepatu tetap kita pertahankan guna memastikan tidak ada warga yang terhambat sekolah karena biaya perlengkapan dasar,” ucapnya.

Terakhir, ia menaruh harapan besar agar Musda ke-4 JSIT Kutim ini tidak hanya menjadi ajang pergantian pengurus, tetapi juga melahirkan program kerja yang konkret dalam memperkuat pendidikan karakter di Kutim.

“Kita berharap JSIT terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak yang mulia. Dengan jaringan sekolah yang terus berkembang, JSIT diharapkan mampu meratakan standar kualitas pendidikan Islam terpadu hingga ke wilayah-wilayah kecamatan,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua JSIT Kutim, Khoiruddin Harahap, menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan amanah kepengurusan. Menurut dia, Musda kali ini mengusung tema “Berkolaborasi dan Berinovasi” sebagai respon atas tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks dan tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri.

​”Kita tidak butuh Superman, kita butuh Super Team. Menjalankan amanah besar pendidikan memerlukan semangat Ta’awun atau tolong-menolong dalam kebaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutim atas dukungan yang telah diberikan dalam pengembangan JSIT Kutim. Dukungan tersebut dinilai berkontribusi penting dalam memperkuat peran JSIT sebagai mitra strategis pemerintah daerah di bidang pendidikan.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutim, khususnya Bapak Bupati, atas dukungan terhadap berbagai kegiatan JSIT melalui Dinas Pendidikan. Perhatian dan dukungan yang diberikan sangat membantu pengembangan JSIT di Kutim, baik dari sisi fisik maupun program,” ujarnya.

Dengan adanya Musda ke-4 menjadi wadah strategis untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja periode sebelumnya, sekaligus merumuskan arah kebijakan dan visi organisasi untuk empat tahun ke depan.(kopi14/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini