Beranda Keagamaan Pesan Bupati Kutim di Ambang Lailatul Qadar tentang Zakat dan Etika Digital

Pesan Bupati Kutim di Ambang Lailatul Qadar tentang Zakat dan Etika Digital

87 views
0

Momen kehadiran Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menghadiri undangan Safari Ramadan di Masjid Nurul Huda Kaliorang. Foto: Irfan/Pro Kutim

KALIORANG – Di tengah suasana khidmat menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekankan pentingnya sinergi antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Zakat tidak hanya dipandang sebagai instrumen pembersih harta, tetapi juga pilar penyangga ekonomi masyarakat yang dikelola secara profesional melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Pesan tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri Safari Ramadan dan penyerahan bantuan “Paket Sembako Ramadan Bahagia” di Masjid Nurul Huda, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang, Senin (10/3/2026).

Bupati Ardiansyah menggarisbawahi bahwa pengumpulan zakat, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), merupakan amanat regulasi yang bertujuan murni untuk kemaslahatan umat. Ia memastikan operasional lembaga Baznas tidak menggunakan dana zakat, melainkan didukung melalui dana hibah APBD.

“Zakat itu bukan sekadar diminta, tapi diambil untuk membersihkan harta dan jiwa. Di Kutim, pendapatan Baznas termasuk yang cukup tinggi dan pemanfaatannya kembali murni kepada masyarakat, mulai dari pendidikan hingga penguatan ekonomi,” ujar Ardiansyah.

Pemanfaatan dana zakat di Kutim kini menyasar sektor-sektor produktif. Selain bantuan pangan, Baznas juga membiayai beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Tercatat saat ini terdapat empat mahasiswa di Mesir, 17 mahasiswa ekonomi syariah di STEI SEBI Depok, serta lima calon ulama di Jember.

Bupati menegaskan, investasi pada pendidikan ini diharapkan melahirkan sumber daya manusia yang mampu kembali ke masyarakat sebagai agen perubahan. Selain itu, bantuan juga dialokasikan untuk pelaku UMKM dan petani yang memiliki modal terbatas.

“Ada warga Kaliorang yang sedang menempuh pendidikan di Depok. Harapan kita, setelah selesai mereka kembali dengan kemampuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Di sela-sela penyampaian mengenai zakat, Ardiansyah memberikan catatan kritis terkait perilaku digital di kalangan ASN dan masyarakat. Ia menyinggung fenomena “main tangan” atau penyebaran informasi negatif dan gosip melalui media sosial yang dapat berdampak luas melampaui batas wilayah.

“Hati-hati dengan jari di ponsel. Jika bicara hanya didengar sepuluh orang, tapi kalau melalui media sosial, berita negatif bisa diakses seluruh dunia. Dosanya berlipat ganda,” tegasnya.

Bupati menyayangkan adanya segelintir oknum yang menggunakan ruang digital untuk hal-hal yang tidak produktif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya ASN, untuk menjaga etika berkomunikasi sebagai bentuk integritas diri di bulan suci.

Pada Ramadan tahun ini, Baznas Kutim menyalurkan sekitar 4.500 paket bantuan dengan total nilai mencapai Rp 2,2 miliar di seluruh kecamatan. Penentuan penerima manfaat dilakukan berdasarkan data yang dikirimkan oleh masing-masing camat untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada delapan asnaf (golongan yang berhak menerima zakat).

Ardiansyah menutup arahannya dengan optimisme bahwa pengelolaan zakat yang transparan dan profesional akan menjadi motor penggerak kesejahteraan di Kutim. Ia mengajak masyarakat untuk terus meyakini bahwa setiap rupiah zakat yang dikeluarkan akan kembali dalam bentuk kemanfaatan nyata bagi sesama.(kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini