Visitasi Perpustakaan Desa Swarga Bara oleh Tim Dispusip Kutim. Foto: Istimewa
SANGATTA – Perpustakaan desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus didorong untuk bertransformasi. Tidak lagi sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku, perpustakaan kini diproyeksikan menjadi ruang belajar inklusif, pusat kegiatan warga, hingga wadah pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Semangat transformasi ini terpancar dalam ajang Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Kutim 2026 yang dihelat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim pada pertengahan Juli lalu.
Dalam ajang tersebut, Perpustakaan Pustaka Ilmu Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, sukses menyabet Juara I. Posisi Juara II diraih oleh Perpustakaan Swarga Bara (Desa Swarga Bara), disusul Perpustakaan Kandolo (Desa Kandolo) di posisi Juara III.

Penetapan pemenang dilakukan melalui proses penilaian yang ketat dan komprehensif meliputi seleksi administrasi, presentasi program, hingga visitasi lapangan. Saat visitasi, tim penilai Dispusip Kutim meninjau langsung berbagai aspek, mulai dari tata kelola administrasi, mutu pelayanan, inovasi program, hingga sejauh mana keberadaan perpustakaan memberi dampak nyata bagi masyarakat setempat.
Representasi Kepala Dispusip Kutim, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Muhammad Junaid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Menurutnya, kompetisi ini menjadi momentum krusial bagi setiap desa untuk mengevaluasi diri sekaligus mendongkrak kualitas layanannya.
“Selamat kepada para pemenang. Mudah-mudahan ke depan lahir pemenang-pemenang baru dari perpustakaan desa lainnya,” ujar Junaid.

Junaid menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar mencari siapa yang terbaik, melainkan pemantik agar perpustakaan desa terus berbenah dan menghadirkan program kerja yang relevan dengan dinamika kebutuhan warga. Perpustakaan modern, lanjutnya, harus mengambil peran lebih luas sebagai wadah berkreasi, mengasah keterampilan, dan menggejot kualitas SDM.
“Kami berharap perpustakaan desa terus berinovasi demi kemajuan perpustakaan itu sendiri dan masyarakat di sekitarnya,” imbuhnya.

Atas pencapaian ini, Perpustakaan Pustaka Ilmu Desa Sepaso dipastikan melaju membawa nama Kutim ke ajang Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Junaid optimistis prestasi di tingkat kabupaten dapat menjadi modal berharga untuk kembali mengukir torehan manis di level provinsi.
“Semoga perwakilan dari Kabupaten Kutai Timur ini bisa kembali meraih juara di tingkat provinsi,” harap Junaid.
Melalui agenda tahunan ini, Dispusip Kutim berkomitmen terus melahirkan perpustakaan desa yang adaptif dan inovatif. Pengelolaan yang mantap serta program yang berdampak diharapkan tidak hanya menumbuhkan budaya literasi, tetapi juga memperkuat fondasi pemberdayaan masyarakat hingga ke pelosok desa.(kopi8/kopi13/kopi3)






























