Beranda Kutai Timur Disdikbud Kutim Akan Terapkan Imtihan Metode Ummi SD dan SMP Negeri 

Disdikbud Kutim Akan Terapkan Imtihan Metode Ummi SD dan SMP Negeri 

8 views
0

Kepala Disdikbud Kutim Mulyono.Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan menggelar Imtihan Metode Ummi Tahun 2026 bagi peserta didik sekolah dasar negeri di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan yang telah menuntaskan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Ummi.

Pelaksanaan imtihan tersebut menjadi langkah penting dalam menjamin mutu kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memberikan pengakuan resmi melalui sertifikat dari Ummi Foundation.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan pelaksanaan imtihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan standar pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas di sekolah negeri.

Selama ini, proses imtihan lazim diterapkan di sekolah-sekolah Islam maupun lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Tahun ini, standar yang sama mulai diterapkan di sekolah negeri yang telah mengimplementasikan metode Ummi.

“Anak-anak yang telah menyelesaikan pembelajaran Ummi akan mengikuti imtihan sebagai bentuk evaluasi akhir. Setelah dinyatakan lulus, mereka akan memperoleh sertifikat resmi dari pihak Ummi. Harapan kami, sekolah negeri juga memiliki standar mutu pembelajaran Al-Qur’an yang setara dengan sekolah-sekolah Islam lainnya di Kutai Timur,” ujar Mulyono saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Menurutnya, imtihan bukan sekadar ujian membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan instrumen penjaminan mutu untuk memastikan setiap peserta didik benar-benar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, benar, tartil, dan sesuai kaidah yang telah dipelajari selama mengikuti pembelajaran metode Ummi.

Ia menjelaskan, sertifikat yang diterbitkan Ummi Foundation nantinya menjadi bukti bahwa peserta didik telah melewati proses pembelajaran dan evaluasi sesuai standar yang ditetapkan. Dengan demikian, kualitas lulusan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah negeri memiliki ukuran yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai anak hanya selesai belajar, tetapi tidak pernah diuji kemampuannya. Imtihan menjadi tolok ukur bahwa kompetensi membaca Al-Qur’an benar-benar telah dikuasai. Sertifikat yang diberikan juga menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan capaian mereka,” katanya.

Pelaksanaan imtihan ini juga menjadi kelanjutan dari kerja sama antara Disdikbud Kutim dan Ummi Foundation dalam memperluas penerapan metode Ummi di sekolah-sekolah negeri. Program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memiliki karakter yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Komitmen tersebut telah dibangun melalui kerja sama antara Disdikbud Kutim dan Ummi Foundation sejak 2025 untuk meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an di sekolah negeri.

Mulyono menuturkan, selama beberapa tahun terakhir pembelajaran Al-Qur’an di sekolah negeri terus mengalami perkembangan positif. Guru-guru telah mendapatkan pembinaan, pendampingan, hingga pelatihan agar proses pembelajaran berjalan sesuai standar metode Ummi. Kini, tahap berikutnya adalah memastikan hasil pembelajaran tersebut melalui pelaksanaan imtihan.

Ia berharap seluruh sekolah negeri yang telah menerapkan metode Ummi dapat mempersiapkan peserta didiknya secara maksimal sehingga pelaksanaan imtihan berjalan lancar dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.

“Target kita bukan hanya meluluskan anak-anak dalam imtihan, tetapi membangun kebiasaan mereka untuk terus mencintai Al-Qur’an. Sertifikat hanyalah penanda akhir dari proses pembelajaran, sedangkan tujuan besarnya adalah membentuk karakter generasi yang dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Pelaksanaan imtihan ini sekaligus menjadi tonggak baru bagi pendidikan dasar di Kutim. Jika selama ini sekolah-sekolah Islam telah lebih dahulu memiliki sistem evaluasi akhir pembelajaran Al-Qur’an, maka sekolah negeri kini mulai melangkah pada jalur yang sama.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan karakter sekaligus menghadirkan pemerataan mutu pendidikan Al-Qur’an di seluruh satuan pendidikan.

Bagi para peserta didik, imtihan bukan sekadar hari untuk menjawab penilaian, melainkan momentum memetik buah dari perjalanan belajar yang telah ditempuh. Di balik lembar penilaian dan bacaan ayat-ayat suci, tersimpan harapan agar setiap huruf yang dilafalkan menjadi cahaya yang menerangi masa depan mereka.

Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya angka akademik, tetapi juga dari kemampuan menanamkan nilai-nilai yang akan terus hidup dalam diri setiap generasi.(kopi15/kopi13/kopi3) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini