Beranda Kutai Timur Ramadan English Vibe Dibuka Bupati, Bahasa Inggris Jadi Bekal Generasi Kutim

Ramadan English Vibe Dibuka Bupati, Bahasa Inggris Jadi Bekal Generasi Kutim

309 views
0

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan dalam Ramadan English Vibe. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka kegiatan Ramadan English Vibe (REV) yang diselenggarakan oleh Komunitas Jalanin Kutim (KJK) di Pendopo Rujab Bupati Kutim, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keilmuan generasi muda, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas konsistensi Komunitas Jalanin dalam menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak dan remaja di Kutim, terutama di momentum bulan suci Ramadan.

“Ini kegiatan yang sangat baik, karena memberi ruang bagi anak-anak kita untuk terus mengasah kemampuan, khususnya bahasa Inggris yang menjadi bagian penting dalam pergaulan global,” ujar Ardiansyah.

Bupati berbagi pengalaman pribadinya terkait kemampuan berbahasa Inggris. Ia mengakui bahwa di tengah kesibukan pemerintahan, kemampuan tersebut perlu terus diasah agar tidak menurun. Menurutnya, bahasa adalah keterampilan yang harus dipraktikkan secara berkelanjutan.

Ia juga mengenang masa kuliahnya di Universitas Mulawarman, saat aktif mengikuti klub bahasa Inggris untuk melatih percakapan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

“Belajar bahasa itu harus dipraktikkan. Tidak cukup hanya di kelas, tapi perlu ruang diskusi dan latihan seperti ini,” tegasnya.

Ardiansyah menambahkan, penguasaan bahasa Inggris saat ini menjadi kebutuhan penting dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, hingga kerja sama internasional.

Selain menekankan pentingnya peningkatan kapasitas, Bupati juga mengingatkan peserta agar ilmu yang diperoleh digunakan untuk kebaikan. Ia menyoroti fenomena viral di media sosial terkait penyalahgunaan kesempatan belajar yang justru digunakan untuk merendahkan pihak lain.

“Ilmu itu untuk membangun, bukan untuk menjatuhkan. Kita harus menjaga adab dalam belajar dan menghargai guru maupun sesama,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada istilah mantan guru atau mantan murid. Hubungan tersebut, menurutnya, adalah ikatan moral yang harus dijaga sepanjang hayat.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung kebanggaan nasional atas pengakuan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang digunakan di forum internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia memiliki posisi penting di tingkat global.

“Ini kebanggaan kita bersama. Bahasa Indonesia sudah diakui dunia. Maka kita harus bangga, sekaligus tetap menguasai bahasa asing sebagai jembatan komunikasi global,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Ardiansyah berharap Ramadan English Vibe mampu melahirkan generasi muda Kutim yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing internasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai etika dan moral dalam menuntut ilmu.(kopi15/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini