Beranda Kutai Timur Di Kutim, Takjil Diawasi, Ramadan Lebih Tenang

Di Kutim, Takjil Diawasi, Ramadan Lebih Tenang

81 views
0

Tim Pengawasan Terpadu melakukan pengambilan sampel di Town hall Swarga Bara, Sangatta Utara. (Vian Pro Kutim)

SANGATTA – Senja belum sepenuhnya turun ketika keramaian memadati kawasan perniagaan Town Hall Sangatta Baru, Kecamatan Sangatta Utara, Senin (2/3/2026). Warga berdatangan menyusuri deretan lapak, menimbang-nimbang aneka kudapan yang tersaji menjelang waktu berbuka puasa. Aroma gorengan, penganan manis, dan minuman segar bercampur dalam hiruk-pikuk pasar takjil yang menjadi denyut khas Ramadan.

Di tengah keramaian itu, sejumlah petugas tampak bergerak dari satu lapak ke lapak lain. Mereka mencermati makanan yang dijajakan, mengambil sebagian sampel, lalu mencatatnya dengan saksama. Itulah Tim Terpadu Pengawasan Makanan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang turun langsung melakukan pemeriksaan keamanan pangan bagi masyarakat.

Tim ini merupakan gabungan lintas instansi yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Kepolisian Resor Kutim, Satuan Polisi Pamong Praja, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), serta bekerja sama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda. Kehadiran mereka di tengah pasar takjil bukanlah untuk menakut-nakuti pedagang, melainkan memastikan makanan yang beredar benar-benar aman dikonsumsi masyarakat.

Pengawasan difokuskan pada potensi penggunaan zat berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam produk pangan. Seperti boraks, formalin, serta pewarna tekstil rhodamin B dan methanil yellow. Bahan-bahan tersebut dikenal berisiko bagi kesehatan apabila terkandung dalam makanan.

Ketua Tim Terpadu, Ahsan Zainuddin dari Dinas Kesehatan Kutim, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif demi melindungi masyarakat.

“Kami ingin memastikan takjil yang dikonsumsi warga benar-benar aman. Ini bukan untuk menyulitkan pedagang, tetapi sebagai bentuk perlindungan bersama,” ujar Ahsan.

Dalam kegiatan tersebut, tim mengambil sebanyak 15 sampel makanan dan minuman dari sejumlah pedagang untuk diuji lebih lanjut di laboratorium. Hasil pemeriksaan akan diumumkan setelah proses pengujian selesai. Apabila ditemukan kandungan zat berbahaya, pedagang akan menerima peringatan tegas. Pada Selasa (3/3/2026), tim juga menjadwalkan pemusnahan bahan makanan yang terbukti tidak memenuhi standar keamanan.

Di antara para pedagang, kegiatan pengawasan ini justru disambut dengan sikap terbuka. Monica, pedagang roti premium yang telah lama berkecimpung di dunia kuliner dan pernah bekerja sebagai chef di Bali, menilai pengawasan semacam ini memberi manfaat bagi pelaku usaha.

“Menurut saya ini sangat baik. Kami jadi lebih percaya diri karena pembeli juga merasa lebih aman. Selama kita menggunakan bahan yang benar dan aman, tidak perlu khawatir,” tutur Monica.

Sementara itu, Herdi Pratama dari BPOM Samarinda menekankan bahwa keamanan pangan tidak dapat bertumpu pada satu pihak saja. Pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen memiliki tanggung jawab yang saling terkait.

“Edukasi bagi masyarakat sangat penting. Konsumen harus bijak dalam membeli dan mengolah bahan makanan. Perhatikan sumber bahan bakunya, apakah memiliki izin edar, kemasannya baik atau tidak, cek tanggal kedaluwarsa, serta baca komposisi bahannya,” jelas Herdi yang pernah bertugas di BPOM Luwuk Banggai.

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang aman akan mendorong pelaku usaha untuk lebih tertib serta bertanggung jawab. Dengan demikian, rantai keamanan pangan dapat terjaga sejak dari hulu hingga ke meja makan.

Pengawasan pangan selama Ramadan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan publik sekaligus mencegah peredaran makanan yang berpotensi membahayakan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menumbuhkan budaya konsumsi yang cermat, sehat, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Melalui sinergi lintas instansi serta dukungan warga, Ramadan di Kutim diharapkan berlangsung dengan suasana yang tenteram. Di tengah tradisi berburu takjil yang selalu dinantikan setiap senja, masyarakat dapat berbuka dengan perasaan aman, menikmati hidangan yang bukan hanya lezat, tetapi juga terjamin keselamatannya. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini