Teks foto 1: Suasana Pelayanan di Puskesmas Teluk Lingga
SANGATTA – Di tengah arus mudik dan riuh persiapan perayaan Hari Raya Idulfitri, denyut pelayanan kesehatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tak surut. Ketika sebagian aktivitas publik melambat oleh jeda hari besar, Puskesmas justru bersiaga, membuka pintu bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Langkah ini menjadi penegas bahwa layanan kesehatan tidak mengenal hari libur. Di seluruh wilayah Kutim, Puskesmas tetap beroperasi selama masa libur Lebaran, memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pengobatan maupun penanganan medis lainnya.
Kepala Puskesmas Teluk Lingga, drg Sri Endrayati, menuturkan bahwa pelayanan tetap berjalan pada 19 hingga 21 Maret, bertepatan dengan masa libur hari raya. Sistem kerja dibagi dalam beberapa giliran untuk menjaga kesinambungan layanan.
“Meski libur hari raya, Puskesmas tetap buka untuk melayani pasien yang berobat. Petugas kami dibagi dalam beberapa shift agar pelayanan tetap berjalan,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2026).

Pengaturan ini bukan semata rutinitas administratif, melainkan upaya menjaga kesinambungan pelayanan di tengah potensi peningkatan kebutuhan medis. Masa libur panjang kerap diiringi berbagai risiko, mulai dari kecelakaan lalu lintas, kondisi kegawatdaruratan pada ibu hamil, hingga insiden tak terduga seperti serangan binatang buas dan kebakaran.
Untuk itu, kesiapsiagaan diperluas dengan menghadirkan Unit Public Safety Center (PSC) di kawasan Yos Sudarso II serta Posko Terpadu di Simpang Pendidikan. Kedua titik ini menjadi simpul respons cepat bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera. Selain itu, layanan darurat melalui call center 119 tetap dapat diakses setiap saat.

Tak berhenti di situ, Dinas Kesehatan Kutim juga menyiapkan rumah singgah pasien. Fasilitas ini diperuntukkan bagi warga yang memerlukan tempat bernaung sementara selama menjalani proses pengobatan atau rujukan. Sebuah bentuk dukungan yang kerap luput dari sorotan, namun krusial bagi kesinambungan perawatan.

Teks foto 2: Posko Terpadu Pelayanan Mudik Lebaran 1447 H di Simpang Pendidikan (AWH Syahrani)
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, melalui Koordinator PoskobTerpadu dari Dinas Kesehatan, Rame Sitorus, menyampaikan bahwa Posko Terpadu dijalankan secara lintas sektor. Sejumlah instansi terlibat, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, PMI Kutim, Kodim 0909/KTM, Polres Kutim, Satpol PP, hingga Pramuka.
“Posko Terpadu beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WITA. Adapun layanan PSC disiagakan sepanjang waktu, tanpa jeda, guna merespons kondisi kegawatdaruratan yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” jelasnya.


Teks foto 3: Posko PRC dan Rumah Singgah Pasien
Di tengah gegap gempita persiapan Lebaran, kesiapan ini menjadi penopang senyap. Sebuah ikhtiar kolektif agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenteram, tanpa kehilangan akses terhadap layanan kesehatan. Sebab di balik suasana sukacita, kewaspadaan tetap menjadi nadi yang tak boleh terhenti. (kopi4/kopi3)































