Beranda Kutai Timur Ogoh-Ogoh Hiasi Jalanan Sangatta Jelang Nyepi

Ogoh-Ogoh Hiasi Jalanan Sangatta Jelang Nyepi

12 views
0

Bupati Ardiansyah Sulaiman melepas pawai ogoh-ogoh. Foto : Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Suasana khidmat dan meriah mewarnai halaman Kantor Sekretariat Bersama Serikat Pekerja PT KPC Sangatta, Rabu (18/3/2026). Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman hadir langsung untuk melepas pawai ogoh-ogoh yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutim dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

​Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PHDI Kutim yang telah menginisiasi kegiatan budaya ini dengan baik. Beliau juga secara khusus memberikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu di wilayah Kutim sebagai bentuk penghormatan atas keragaman religi di daerah tersebut.

​”Atas nama Pemerintah daerah, saya mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 bagi umat Hindu yang merayakan, semoga momentum ini membawa kedamaian dan refleksi diri yang mendalam bagi kita semua,” ujar Ardiansyah Sulaiman.

Bupati menekankan bahwa momentum Nyepi kali ini memiliki keunikan tersendiri karena berlangsung di tengah suasana toleransi yang kental. Hal ini disebabkan jadwal Nyepi tahun ini berdekatan dengan persiapan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Idulfitri.

“Ini merupakan bagian penting dalam menjaga kebersamaan di Kutim yang memiliki keragaman suku dan budaya. Kedewasaan masyarakat terlihat dari kemampuan menjaga kerukunan meski terdapat perbedaan keyakinan dan latar belakang budaya,” jelasnya.

​Sementara itu, Ketua PHDI Kutim, I Gusti Bagus Oka, menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Bupati Ardiansyah Sulaiman untuk hadir langsung di lokasi acara. Kehadiran pimpinan daerah dinilai sebagai bentuk dukungan moral yang sangat berarti bagi komunitas Hindu dalam melestarikan adat istiadat di tanah Kutai.

“Perayaan tahun ini tersebar di enam kecamatan, yakni Sangatta Utara, Rantau Pulung, Long Mesangat, Kombeng, Muara Wahau, dan Kaubun. Rangkaian ritual telah dimulai dari Melasti hingga persiapan Catur Brata Penyepian,” urainya.

​Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat hindu yang ada di Kutim serta serta semua pihak yang telah mendukung sehingga acara dapat terlaksana dengan baik.

“Kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri melalui dana swadaya umat di masing-masing kecamatan. Kami berharap ke depannya ada dukungan dari pemerintah daerah untuk pelaksanaan rangkaian Nyepi di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Dengan semangat Nyepi tahun ini, diharapkan dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat di Kutim. Nilai-nilai pengendalian diri dalam Catur Brata Penyepian mampu membawa kedamaian serta kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.(kopi14/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini