Bupati Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan sebelum salat jenazah. Foto: Nasruddin/Pro Kutim.
SANGATTA – Suasana duka menyelimuti lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) atas berpulangnya Hairuddin, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik yang bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim. Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga rekan kerja sejawat.
Di tengah jadwal kedinasan yang padat, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi istri Siti Robiah menyempatkan diri untuk hadir langsung melayat ke rumah duka. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Prosesi penghormatan terakhir berlanjut di Masjid Al Furqan, Sangatta Utara, pada Kamis (26/3/2026). Di masjid tersebut, Bupati Ardiansyah bergabung bersama jemaah lainnya untuk melaksanakan salat jenazah bagi almarhum Hairuddin.

Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan salat jenazah, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian almarhum selama bertugas sebagai ASN. Ia mengenang Hairuddin sebagai sosok pegawai yang disiplin, fokus, dan selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Almarhum adalah contoh nyata ASN yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” kata Ardiansyah.
Menurut Bupati, profesionalisme dan ketulusan almarhum dalam bekerja patut dijadikan teladan oleh seluruh ASN di lingkungan Pemkab Kutim. Ia menilai, kerja keras yang ditunjukkan Hairuddin selama ini merupakan warisan berharga bagi instansi tempatnya mengabdi.

“Semangat melayani yang beliau tunjukkan hendaknya terus kita jaga dan lanjutkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah juga memberikan penguatan spiritual kepada para pelayat. Ia menekankan bahwa dalam ajaran Islam, menjalankan kewajiban pekerjaan dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari amal ibadah.
“Setiap lelah almarhum selama bertugas insyaallah akan menjadi pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh pelayat untuk bersama-sama mengirimkan doa terbaik bagi almarhum. Ia berharap segala amal ibadah Hairuddin diterima serta segala dosa dan kekhilafannya diampuni oleh Yang Maha Kuasa.

Atas nama keluarga besar almarhum, Bupati juga menyampaikan permohonan keikhlasan kepada siapa saja yang pernah berinteraksi dengan Hairuddin semasa hidupnya. Ia berharap jika terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, kiranya dapat dimaafkan dengan tulus.
“Mari kita ikhlaskan kepergian beliau dan memaafkan segala kekhilafannya,” ujarnya.
Selain itu, Bupati turut mengingatkan bahwa jika masih terdapat urusan duniawi yang berkaitan dengan almarhum, pihak-pihak terkait diharapkan segera berkoordinasi dengan ahli waris. Langkah ini dinilai penting agar perjalanan almarhum menuju peristirahatan terakhir berlangsung dengan tenang tanpa adanya beban yang tertinggal.
Setelah prosesi di masjid selesai, Bupati Ardiansyah turut mengantarkan jenazah menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Guru Besar. Kehadiran Bupati hingga ke lokasi pemakaman menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap para abdi negara yang telah mengabdikan hidupnya bagi pelayanan publik.(kopi14/kopi13/kopi3)































