Beranda Kutai Timur Penghormatan Terakhir untuk Sang Penjaga Kelancaran Jalan

Penghormatan Terakhir untuk Sang Penjaga Kelancaran Jalan

38 views
0

Suasana pemakaman almarhum Hairuddin di TPU kawasan Guru Besar. Foto: Bahtiar/Pro Kutim

SANGATTA – Langit Sangatta menyisakan rona muram saat iring-iringan jenazah tiba di peristirahatan terakhirnya, Kamis (26/3/2026). Di antara kerumunan pelayat yang hadir, tampak Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman berdiri takzim (sikap khidmat). Kehadirannya bukan sekadar protokoler pimpinan daerah, melainkan sebentuk takzim bagi seorang abdi negara yang menghabiskan hari-harinya di terik aspal jalanan.

Hairuddin, staf Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim berpulang meninggalkan duka mendalam. Bagi rekan sejawatnya, almarhum bukan sekadar nama dalam daftar presensi, melainkan sosok di balik layar yang memastikan urat nadi transportasi di “Tuah Bumi Untung Benua” tetap berdenyut lancar.

Bupati Ardiansyah Sulaiman, didampingi sang istri Siti Robiyah, larut dalam suasana khidmat prosesi pemakaman. Gurat kesedihan tak dapat disembunyikan dari wajah orang nomor satu di Kutim tersebut saat mengenang dedikasi almarhum.

“Almarhum adalah pribadi yang baik, pekerja keras, dan penuh tanggung jawab. Loyalitasnya terhadap tugas di sektor perhubungan menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah ini,” ujar Ardiansyah dengan suara berat, melepas kepergian salah satu putra terbaik daerahnya.

Di lingkungan Dishub, sosok Hairuddin dikenal sebagai personel yang memiliki loyalitas tinggi. Tugas di bidang lalu lintas sering kali menuntut kesiapsiagaan di luar jam kerja normal, terutama saat mengatur arus kendaraan di titik-titik krusial Kutim yang luas.


Kesetiaan pada tugas itulah yang membuat jajaran pemerintah daerah merasa kehilangan. Siti Robiyah pun tampak memberikan penguatan moril kepada keluarga almarhum, memeluk erat kerabat yang ditinggalkan seraya membisikkan doa agar tabah menghadapi cobaan.

“Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT dan dedikasinya menjadi teladan bagi rekan-rekan yang lain,” tambah Bupati Ardiansyah.

Pemakaman tersebut dihadiri oleh puluhan rekan kerja berseragam Dishub yang memberikan penghormatan terakhir. Bagi mereka, kepergian Hairuddin meninggalkan ruang hampa di tengah padatnya arus lalu lintas yang biasa mereka urai bersama.
Di tepi liang lahat, doa-doa dipanjatkan. Hairuddin mungkin telah menyelesaikan tugas dunianya, namun jejak pengabdiannya dalam menjaga ketertiban jalanan akan tetap diingat sebagai bagian dari sejarah pelayanan publik di Kutim.(kopi7/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini