Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah hadir dalam kajian Ustaz Hanan Attaki.Foto: Lintang/Pro Kutim
SANGATTA – Ribuan warga Kutai Timur (Kutim) memadati ruang utama hingga pelataran Masjid Agung Al Faruq, Bukit Pelangi pada Minggu (26/4/2026). Mereka hadir untuk menyimak kajian rohani bertajuk “Hati yang Retak, Allah yang Menyembuhkan” yang disampaikan oleh pendakwah nasional, Ustaz Hanan Attaki.
Kajian yang menyoroti isu kesehatan mental ini menjadi magnet luar biasa bagi generasi muda di Sangatta dan sekitarnya. Antusiasme jamaah terlihat sejak pagi hari, memenuhi setiap sudut masjid kebanggaan masyarakat Kutim tersebut.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemuda Kreatif Bersama berkolaborasi dengan Amanina Tour and Travel ini awalnya direncanakan berlangsung di Gedung Buana Mekar dengan kapasitas terbatas. Namun, atas inisiasi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim Siti Robiah Ardiansyah, lokasi dipindahkan ke Masjid Agung Al Faruq.
“Jika dilaksanakan di Masjid Agung, syiarnya akan jauh lebih luas. Karena ke masjid pasti gratis dan semua orang juga suka ke masjid. Harapannya, lebih banyak masyarakat yang bisa menjangkau ilmu ini,” ujar Siti Robiah saat ditemui di sela kegiatan.

Siti Robiah menambahkan, pemilihan tema kesehatan mental sangat relevan dengan realitas Gen Z saat ini yang rentan terpapar stres. Ia berharap literasi spiritual ini menjadi “obat” yang tepat bagi kegelisahan batin anak muda.
“Sekarang anak-anak muda itu sering kali merasa stres. Mudah-mudahan Gen Z tidak mencari obat stres ke tempat yang salah, melainkan kembali kepada Allah. Kita ingin membentuk generasi yang tangguh secara fisik, mental, dan ruhiyah,” tuturnya.
Perubahan status kegiatan dari berbayar menjadi gratis (terbuka untuk umum) disikapi panitia dengan langkah profesional. Bagi jemaah yang telah telanjur membeli tiket saat rencana awal di Gedung Buana Mekar, panitia menyediakan opsi pengembalian dana (refund) secara penuh.
Menariknya, bagi peserta yang memilih untuk tidak mengambil pengembalian dana, seluruh uang tiket tersebut akan dikonversi menjadi infaq 100 persen untuk mendukung pondok pesantren (ponpes) yang dikelola oleh Ustaz Hanan Attaki. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan sosial bagi pengembangan pendidikan Islam.

Antusiasme jemaah seperti Alka, seorang pemuda Sangatta, menunjukkan bahwa masyarakat sangat mendambakan kehadiran penceramah nasional di daerah. Ia mengaku telah mengikuti rangkaian kajian sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi.
“Meskipun kemarin berbayar tetap ramai, dan hari ini gratis malah makin penuh. Ini artinya warga Sangatta memang butuh kajian seperti ini, tidak cuma hiburan musik saja. Bahasannya sangat masuk untuk masalah mental kami,” kata Alka.
Kajian ini ditutup dengan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kutim terus memberikan dukungan pada kegiatan serupa. Literasi spiritual dinilai menjadi elemen penting dalam membangun karakter masyarakat yang stabil dan memiliki pedoman hidup yang kuat di tengah gempuran modernisasi.(kopi17/kopi13)
































