Beranda Kutai Timur Lulusan Fisioterapi Ikuti Pelatihan BLK, Siap Kembangkan Usaha Baking

Lulusan Fisioterapi Ikuti Pelatihan BLK, Siap Kembangkan Usaha Baking

62 views
0

Salsabila saat mengikuti pelatihan BLK Kutim. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA — Semangat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi ditunjukkan oleh Salsabila Dea Amanda Bahar, salah satu peserta pelatihan berbasis kompetensi Batch 1 Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Industri Mandiri, Senin (27/4/2026).

Perempuan yang merupakan lulusan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar jurusan fisioterapi ini memilih mengikuti pelatihan pembuatan roti dan kue. Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya mengembangkan minat dan hobi di bidang baking menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

“Saya memang punya ketertarikan di bidang baking sejak lama. Melalui pelatihan ini, saya ingin menambah ilmu sekaligus meningkatkan keterampilan agar hobi tersebut bisa dikembangkan menjadi usaha,” ujar Salsa saat ditemui di lokasi pelatihan.

Ia mengakui, meskipun memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan, tidak menutup kemungkinan untuk mengeksplorasi kemampuan di sektor lain, terutama yang memiliki potensi ekonomi. Menurutnya, pelatihan yang diberikan BLK menjadi kesempatan berharga untuk belajar secara terstruktur, mulai dari teknik dasar hingga pengolahan produk yang memiliki nilai jual.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi praktis, seperti teknik pembuatan roti dan kue, pengolahan bahan, hingga standar kualitas produk. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan tentang peluang usaha dan strategi pemasaran sederhana yang dapat diterapkan setelah pelatihan selesai.

Salsabila berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata. Ia telah merencanakan untuk mulai berjualan sebagai langkah awal membangun usaha mandiri di bidang kuliner.

“Setelah pelatihan ini, saya ingin mencoba berjualan. Ilmu yang didapat akan saya kembangkan lagi supaya bisa membuka usaha sendiri ke depannya,” tambahnya.

Program pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutim ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membuka peluang kerja dan wirausaha bagi masyarakat. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

Kehadiran peserta dengan latar belakang pendidikan beragam, seperti Salsabila, menjadi bukti bahwa pelatihan BLK terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang. Dengan dukungan pelatihan yang tepat, diharapkan lahir pelaku usaha baru yang mampu berkontribusi terhadap perekonomian daerah. (kopi15/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini