Jalannya pembukaan pelatihan berbasis kompetensi gelaran Distransnaker Kutim. Foto: Dewi/Pro Kutim
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I Tahun 2026 Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) yang digelar di UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri Kutim, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks, terutama karena ketergantungan ekonomi Kutim yang masih didominasi sektor pertambangan, baik minyak dan gas (migas) maupun batu bara.
“Ketergantungan ini membuat ekonomi kita rentan terhadap gejolak. Ketika sektor tambang terganggu, pertumbuhan ekonomi daerah juga ikut terdampak,” ujarnya.

Bupati menjelaskan bahwa sektor tambang dan sawit cenderung bersifat padat modal, dengan manfaat ekonomi yang tidak merata. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong pengembangan industri padat karya di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan.
Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah lebih luas serta menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Jangan hanya membuka peluang kerja sebagai buruh. Kita ingin masyarakat punya keterampilan untuk mandiri, bahkan membuka lapangan kerja sendiri,” tegasnya.
Bupati menekankan peran strategis BLKI sebagai pusat pengembangan kompetensi tenaga kerja. Ia menyebut bahwa sejak 2022, pemerintah daerah telah merancang penguatan fasilitas dan kapasitas BLKI agar mampu menjawab kebutuhan industri dan potensi lokal.
Selain itu, dunia usaha seperti perusahaan tambang dan jasa kontraktor di Kutim diharapkan turut berkontribusi, tidak hanya dalam membuka lapangan kerja, tetapi juga menyediakan program pelatihan dan magang bagi masyarakat.

Ia juga meminta jajaran Dinstransnaker untuk memastikan perusahaan memahami kondisi sosial dan psikologis pekerja, terutama dalam menghadapi kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selanjutnya, Bupati menekankan pentingnya pengembangan industri berbasis potensi lokal. Ia mencontohkan komoditas seperti kakao, nanas, dan karet yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah melalui intervensi kebijakan pemerintah, termasuk penyediaan mesin pengolahan.
“Untuk industri cokelat, misalnya, kita tidak ingin hanya mengundang investor besar. Kita ingin petani kita sendiri yang mengelola dan menikmati hasilnya,” katanya.
Selain itu, inovasi lokal seperti pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) oleh komunitas pemuda juga menjadi perhatian sebagai bentuk kreativitas yang perlu didukung.
Pemerintah Kabupaten Kutim menargetkan penciptaan 50 ribu tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan. Bupati meminta laporan capaian program tersebut, termasuk progres triwulan pertama tahun berjalan.
Ia menegaskan bahwa pencatatan tenaga kerja tidak hanya terbatas pada sektor formal, tetapi juga non-formal, seperti barista, barber, dan pelaku usaha kecil lainnya yang memiliki peluang besar di era ekonomi kreatif.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan peluang magang ke luar negeri, khususnya ke Jepang dan Jerman, yang membutuhkan ratusan ribu tenaga kerja terampil.
“Ini peluang besar bagi anak muda Kutai Timur. Selain mendapatkan penghasilan, mereka juga bisa belajar dan meningkatkan keterampilan,” tegas Bupati.

Pelatihan berbasis kompetensi tahap pertama tahun ini mencakup berbagai bidang, antara lain operator alat berat, teknisi las (welder), digital marketing, serta pembuatan roti dan kue. Selain itu, keterampilan non-formal seperti barbershop juga menjadi bagian dari program pelatihan.
Bupati berharap BLKI Mandiri Kutim terus mengembangkan pelatihan secara berjenjang dan adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja.
“SDM yang unggul adalah kunci. Kita harus keluar dari ketergantungan tambang dan membangun ekonomi yang lebih berkelanjutan,” pungkasnya.(kopi15/kopi13)































