Beranda Kutai Timur Pemkab Kutim Dorong Serapan Tenaga Kerja dan Kemandirian Ekonomi

Pemkab Kutim Dorong Serapan Tenaga Kerja dan Kemandirian Ekonomi

138 views
0

Bupati Kutim menghadiri kegiatan pembukaan pelatihan berbasis kompetensi gelaran Distransnaker.Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I Tahun 2026 di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Industri Mandiri, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, perwakilan Komandan Lanal Sangatta, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Distransnaker Trisno, unsur perangkat daerah, serta pimpinan atau perwakilan perusahaan.

Acara diawali dengan sambutan pembuka dan pengarahan keselamatan kerja bagi peserta. Dalam pengantar kegiatan, panitia menekankan pentingnya disiplin, keamanan, dan kenyamanan selama pelatihan berlangsung, termasuk penerapan kawasan bebas rokok dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kutim Trisno dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tahun ini terdiri dari delapan paket, meliputi bidang digital marketing, operator excavator, perhotelan, serta pembuatan roti dan kue. Program ini didanai melalui APBD dan dilaksanakan dalam dua skema durasi, yakni 26 hari dan 43 hari, terhitung sejak 23 April hingga 1 Juni 2026.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari 558 pendaftar, hanya 64 orang yang dapat mengikuti pelatihan karena keterbatasan kuota,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap peserta akan mengikuti uji kompetensi yang terintegrasi dengan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Lebih lanjut, Trisno menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menciptakan 50.000 tenaga kerja di Kutim. Sinergi dengan dunia usaha juga terus diperkuat agar lulusan pelatihan dapat langsung terserap di dunia kerja.

“Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada sektor teknis, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru, terutama di sektor non-pertambangan,” tambahnya.

Upaya tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor batubara. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor non-pertambangan seperti pertanian, perkebunan, dan jasa makanan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Bahkan, sektor jasa makanan tercatat tumbuh hingga 23 persen pada 2025.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap peserta tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. BLK Industri Mandiri diharapkan menjadi “dapur keterampilan” yang terus melahirkan tenaga kerja kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar pelatihan ini mampu menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan potensi sumber daya manusia lokal, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah yang lebih beragam dan berkelanjutan.(kopi15/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini