Beranda Kutai Timur Bangun Generasi Berwawasan, DPPKB Kutim Gelar Orientasi Sekolah Siaga Kependudukan

Bangun Generasi Berwawasan, DPPKB Kutim Gelar Orientasi Sekolah Siaga Kependudukan

8 views
0

Pembukaan Orientasi Implementasi Rencana Pembelajaran Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Foto : Istimewa

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan kependudukan sejak usia sekolah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Orientasi Implementasi Rencana Pembelajaran Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) bagi guru SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan di Hotel Royal Victoria, Kamis–Jumat (6–7/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperluas implementasi pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki kemampuan merencanakan masa depan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Orientasi diikuti 110 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru pengelola SSK, penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB), narasumber, panitia, serta perwakilan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait. Turut hadir perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kutim, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Sekretaris DPPKB Jumran, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Tristiningsih, Kepala Bidang P2 Yunita Ronting, serta sejumlah undangan lainnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah T, yang mewakili Bupati Kutai Timur. Dalam sambutannya, Yuriansyah menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Sekolah Siaga Kependudukan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan implementasi Sekolah Siaga Kependudukan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang erat dari seluruh pemangku kepentingan sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.

Menurut Yuriansyah, orientasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan implementasi SSK, tetapi juga mendorong sekolah mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam proses pembelajaran secara berkelanjutan.
Ia menilai sekolah memiliki peran strategis, tidak hanya dalam mencerdaskan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan generasi muda dalam memahami dinamika kependudukan dan merencanakan masa depan secara bijaksana.

“Melalui Sekolah Siaga Kependudukan, kita ingin membangun sekolah yang mampu melahirkan peserta didik yang memiliki wawasan kependudukan, peduli terhadap lingkungan sosial, serta siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan,” ungkap Yuriansyah yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Kutai Timur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.

Ia menambahkan, keberhasilan Program Sekolah Siaga Kependudukan tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah sekolah yang menyandang predikat SSK, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai kependudukan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi budaya di lingkungan sekolah.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh penguatan materi dari narasumber Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) RI Perwakilan Kalimantan Timur. Yulianto memaparkan materi mengenai implementasi pendidikan kependudukan pada Sekolah Siaga Kependudukan, Karisya Humaira menyampaikan kebijakan dan strategi kerja sama pendidikan kependudukan, sementara Ismail Ali Sakty dari SD Kemala Bhayangkari Balikpapan berbagi praktik baik penerapan SSK di lingkungan sekolah.

Hingga tahun 2026, Program Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Kutai Timur telah berkembang di 88 sekolah. Sebanyak 56 sekolah dibentuk secara bertahap pada periode 2023–2025 di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, terdiri atas 36 SD sederajat dan 20 SMP sederajat. Pada tahun 2026, program tersebut kembali diperluas melalui pembentukan 32 Sekolah Siaga Kependudukan di Kecamatan Bengalon yang meliputi 24 SD sederajat dan 8 SMP sederajat.

Melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik dan perluasan implementasi Sekolah Siaga Kependudukan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap pendidikan kependudukan semakin terintegrasi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana pembentukan generasi yang berdaya saing, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.(kopi12/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini