Beranda Kutai Timur Milad Ke-3 LAZ Swara Mandiri Umat Kutim, Zakat Kekuatan Sosial Umat

Milad Ke-3 LAZ Swara Mandiri Umat Kutim, Zakat Kekuatan Sosial Umat

20 views
0

Suasana Milad ke-3 LAZ Swara Mandiri Umat. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA — Suasana khidmat berpadu hangat menyelimuti peringatan Milad ke-3 Lembaga Amil Zakat (LAZ) Swara Mandiri Umat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang digelar pada Jumat, (19/12/2025) di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, para muzaqqi, serta penerima manfaat.

Hadir mewakili perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Tim Penggerak PKK, serta sejumlah mitra strategis dari unsur keagamaan dan filantropi. Milad ke-3 ini menjadi momentum refleksi perjalanan, sekaligus peneguhan komitmen LAZ Swara Mandiri Umat dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan profesional.

Direktur LAZ Swara Mandiri Umat, Joni Ariansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya bermula pada tahun 2019 dengan nama Laskar Sinergi Pembangun Umat, kemudian bertransformasi pada tahun 2022 menjadi LAZ Swara Mandiri Umat dengan legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Perjalanan kami bukan perjalanan singkat. Dari penghimpunan sekitar Rp 200 juta di awal berdiri, hingga menjelang tutup tahun 2025 ini telah mencapai Rp 4,7 miliar. Ini bukan sekadar angka, melainkan amanah yang harus kami jaga dan salurkan seluas-luasnya untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ia menambahkan, LAZ Swara Mandiri Umat saat ini telah menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kutai Timur dengan program di bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ke depan, LAZ Swara menargetkan peningkatan skala menjadi lembaga amil zakat tingkat provinsi.

Ketua Dewan Pengarah LAZ Swara Mandiri Umat, Bambang Heru Suhartono, menekankan bahwa pengelolaan zakat merupakan bagian dari tugas mulia yang memiliki landasan syariat kuat. Ia mengutip Surah At-Taubah ayat 103 sebagai pengingat bahwa zakat bukan sekadar anjuran, melainkan perintah yang harus dikelola secara sungguh-sungguh dan profesional.

“Anak-anak muda Gen Z yang mengelola LAZ Swara hari ini adalah harapan masa depan filantropi Islam di Kutim. Dengan kolaborasi dan silaturahmi yang kuat, manfaat zakat akan semakin luas,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya mengapresiasi peran LAZ Swara Mandiri Umat sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa potensi zakat di Indonesia, khususnya di Kutim, sangat besar apabila dikelola secara kolektif dan berkelanjutan.

“Zakat profesi yang dipotong rutin setiap bulan jauh lebih realistis dan meringankan umat dibanding menunggu haul satu tahun. Dari pendapatan yang kita terima 2,5 persen bukanlah beban, melainkan jalan keberkahan,” ungkap Bupati.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kutim dan seluruh lembaga amil zakat yang telah berkontribusi aktif, sehingga Kutim menjadi salah satu daerah dengan penghimpunan zakat terbesar di Kalimantan Timur.

Rangkaian Milad ke-3 LAZ Swara Mandiri Umat turut diisi dengan penayangan video penyaluran dan pemberdayaan, pemberian penghargaan Love Swara Awards kepada mitra kolaborator, serta pameran produk UMKM binaan. Produk-produk unggulan hasil pemberdayaan masyarakat tersebut mendapat sambutan antusias dari para tamu undangan.

Layaknya mata air yang terus mengalir, LAZ Swara Mandiri Umat diharapkan mampu menjaga kepercayaan umat dan memperluas manfaat. Dengan kolaborasi, profesionalisme, dan semangat muda, zakat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga cahaya yang menerangi jalan kesejahteraan masyarakat Kutim.(kopi15/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini