Beranda Keagamaan Tausiah Ramadan di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta – Hadirkan Penceramah Nasional, Ditutup...

Tausiah Ramadan di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta – Hadirkan Penceramah Nasional, Ditutup Waqaf Al-Qur’an

182 views
0

KH Muhammad Nur Efendi saat berikan ceramah di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta. Foto : Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Siang itu, bakda Zuhur, halaman Masjid Agung Al-Faruq, Komplek Islamic Center, Sangatta, nampak tak seperti biasanya. Rumah ibadah kebanggaan warga Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) itu, dipadati jemaah yang ingin menyimak petuah seorang pendakwah nasional, KH Muhammad Nur Efendi, Kamis (19/2/2026).

Suasana khidmat merayap pelan di ruang utama masjid. Lantunan zikir mereda, berganti hening yang sarat harap ketika sang kiai memulai tausiah. Sosok KH Muhammad Nur Efendi bukan figur asing bagi publik. Namanya kerap hadir melalui program religi di layar kaca, seperti Damai Indonesiaku di TVOne serta berbagai kajian di iNews TV. Pesan-pesannya dikenal menenteramkan, bersahaja, sekaligus menggugah kesadaran.

Dalam ceramahnya, ia menitikberatkan ihwal kehidupan yang berlimpah keberkahan bersama Al-Qur’an. Menurutnya, kemuliaan hidup tidak berhenti pada aktivitas membaca ayat-ayat suci, melainkan menuntut pengamalan yang sungguh-sungguh atas setiap titah Ilahi dan menjauhi seluruh larangan-Nya.

“Hidup berkah bersama Al-Qur’an yakni dengan mengerjakan perintah Allah yang ada dalam Al-Qur’an dan menjauhi larangannya,” ujar KH Muhammad Nur Efendi di hadapan para jemaah.

Ia juga mengingatkan hakikat kepemimpinan. Setiap insan, tuturnya, adalah pemimpin, paling tidak bagi dirinya sendiri. Kemudian kelak seluruh kepemimpinan itu akan dimintai pertanggungjawaban. Pesan tersebut disampaikan dengan nada teduh, namun mengandung makna yang dalam, bahwa tanggung jawab moral tidak dapat dielakkan, sekecil apa pun lingkupnya.

Tak luput, ia menandaskan keutamaan salat berjamaah yang amat dicintai Rasulullah SAW. Kedisiplinan menunaikan salat tepat waktu, katanya, merupakan wujud ketaatan yang paling luhur dan cermin kepatuhan seorang hamba.

Sebelumnya, Pengurus Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, Yakup Fadillah, melaporkan bahwa masjid tersebut terus mengintensifkan ragam kegiatan keagamaan sepanjang Ramadan. Ikhtiar itu ditempuh guna meningkatkan mutu ibadah sekaligus merajut ukhuwah antarsesama jemaah.

“Salah satu agenda kita adalah Kultum (Kuliah Tujuh Menit) rutin (selama Ramadan). Kegiatan syiar Islam ini akan dilaksnakan setiap hari Senin hingga Kamis, sesaat setelah rangkaian salat zuhur berjamaah ditunaikan,” jelasnya.

Pada hari pertama Ramadan, pengurus menghadirkan KH Muhammad Nur Efendi sebagai wujud komitmen menyuguhkan edukasi religi yang bermutu. Kehadiran tokoh nasional tersebut diharapkan memperkaya khazanah pemahaman keagamaan masyarakat Sangatta dan sekitarnya.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen masjid dalam memberikan edukasi religi yang konsisten bagi masyarakat Sangatta dan sekitarnya,” ungkap Yakup Fadillah.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH Muhammad Nur Efendi. Selepas itu, jemaah diajak berwaqaf Al-Qur’an. Pada momen tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Kutim masing-masing mewaqafkan 100 mushaf. Satu mushaf dihargai Rp 150 ribu. Seluruh donasi akan digunakan untuk pengadaan Al-Quran yang kemudian didistribusikan ke berbagai penjuru dan pelosok tanah air, terutama tempat ibadah serta sekolah yang membutuhkan kitab suci tersebut. (kopi14/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini