Beranda Kutai Timur Kutim Mantapkan Strategi Porprov VIII Kaltim, Bidik Tembus Tiga Besar

Kutim Mantapkan Strategi Porprov VIII Kaltim, Bidik Tembus Tiga Besar

17 views
0

Wakil Bupati Mahyunadi saat pimpim rapat koordinasi persiapan Porprov/VIII Kaltim. Foto: Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Kontingen Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur VIII Tahun 2026 di Kabupaten Paser kembali memantapkan persiapan melalui rapat koordinasi (rakor) bersama 29 cabang olahraga (cabor) peserta. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor KONI Kutim, kawasan Stadion Kudungga, Kamis (11/6/2026).

Rakor strategis itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi yang juga menjabat sebagai Ketua Kontingen Porprov VIII Kutim. Hadir pula Ketua Umum KONI Kutim Rudi Hartono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan, Sekretaris Dispora Misbachul Choir, serta para pengurus cabang olahraga.

Dalam arahannya, Mahyunadi menegaskan bahwa rakor tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memetakan kekuatan kontingen menjelang pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Kalimantan Timur tersebut.

Ia mengingatkan bahwa pada Porprov VII Kaltim di Kabupaten Berau, Kutim berhasil menempati posisi keempat klasemen akhir. Namun, jarak perolehan medali emas dengan daerah yang berada di posisi ketiga masih cukup jauh.

“Pada Porprov Berau lalu kita berada di peringkat empat. Secara posisi memang dekat, tetapi selisih dengan peringkat ketiga mencapai 51 medali emas. Ini menjadi tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” ujar Mahyunadi.

Menurutnya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman telah memberikan amanat agar kontingen Kutim mampu meningkatkan prestasi dan menembus posisi tiga besar pada Porprov VIII Kaltim 2026.

“Pak Bupati Ardiansyah mengamanatkan target besar agar kontingen Kutim menembus posisi tiga besar pada ajang kali ini,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Mahyunadi menjelaskan terdapat dua aspek penting yang harus menjadi perhatian seluruh pihak, yakni kesiapan anggaran serta regulasi baru terkait batas usia atlet yang diberlakukan pada Porprov VIII.

Dari sisi anggaran, ia menyebut Kutim termasuk salah satu daerah yang memiliki kesiapan cukup baik. Dukungan anggaran tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas atlet melalui berbagai program pembinaan dan pemusatan latihan.

“Kita termasuk daerah yang siap dari sisi anggaran. Peluang ini harus dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan performa atlet, termasuk pelaksanaan training center atau TC yang terencana dengan baik,” katanya.

Sementara itu, regulasi baru yang membatasi usia maksimal atlet hingga 30 tahun dinilai menjadi tantangan tersendiri. Kebijakan tersebut berpotensi mengurangi kekuatan Kutim karena sejumlah atlet senior yang sebelumnya menjadi penyumbang medali tidak lagi dapat tampil.

“Regulasi baru Porprov VIII membatasi usia maksimal atlet pada angka 30 tahun. Hal ini berisiko memangkas jumlah atlet senior pendulang medali yang dimiliki Kutim pada ajang sebelumnya,” ungkap Mahyunadi.

Ia mengakui bahwa dari sisi pembinaan atlet usia muda, Kutim masih perlu bekerja lebih keras untuk mengejar daerah lain seperti Samarinda dan Balikpapan yang telah lebih dahulu memiliki sekolah olahraga dan sistem pembinaan berjenjang.

Meski demikian, Mahyunadi tetap optimistis target yang telah ditetapkan dapat dicapai. Menurutnya, strategi yang akan ditempuh bukan semata-mata mencari atlet baru, melainkan meningkatkan kualitas atlet yang selama ini sudah menunjukkan potensi meraih prestasi.

“Solusinya bukan menambah atlet baru, melainkan mendongkrak kualitas atlet yang meraih perak atau perunggu pada BK lalu agar bisa dikonversi menjadi medali emas. Nanti kita rumuskan strategi teknisnya, baik melalui TC maupun try out yang tepat sasaran,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan menegaskan komitmen pihaknya untuk mengawal seluruh tahapan persiapan kontingen. Ia juga mengapresiasi keterlibatan seluruh pengurus cabang olahraga dalam proses verifikasi teknis yang telah dilakukan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus cabor dan KONI Kutim atas kehadirannya dalam verifikasi teknis yang telah kita lakukan. Ini penting untuk memastikan kesiapan kontingen secara menyeluruh,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Kutim Rudi Hartono menekankan bahwa target tiga besar hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang kuat antara pengurus cabang olahraga, KONI, Dispora, dan Ketua Kontingen. Menurutnya, rakor tersebut menjadi langkah awal untuk mengevaluasi hasil Porprov Berau dan capaian Babak Kualifikasi (BK) sebagai dasar penyusunan strategi menuju prestasi terbaik di Porprov VIII Kaltim 2026.

“Rakor ini bertujuan mengevaluasi hasil Porprov Berau sebelumnya serta capaian Babak Kualifikasi. Data tersebut menjadi acuan kita dalam memetakan potensi dan menyusun langkah taktis untuk meraih prestasi terbaik,” ringkasnya.(kopi14/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini