Beranda Kutai Timur Dari Sawah ke Penas KTNA, Petani Kutim Mengawal Mimpi Swasembada Pangan

Dari Sawah ke Penas KTNA, Petani Kutim Mengawal Mimpi Swasembada Pangan

22 views
0

Petani sedang mengelola sawah dengan alat pertanian modern dan menanam padi. Foto: Istimewa 

SANGATTA – Di tengah ikhtiar pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Gorontalo tidak hanya menjadi ruang perjumpaan para petani dan nelayan dari berbagai penjuru Nusantara. Forum akbar itu juga disiapkan sebagai gelanggang dialog antara pelaku utama sektor pangan dengan para pengambil kebijakan nasional yang menentukan arah pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan Indonesia.

Bagi peserta, termasuk rombongan dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang bakal bergabung jado satu dengan Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim), agenda temu wicara menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan. Melalui forum tersebut, petani dan nelayan berkesempatan mendengar langsung pemaparan para menteri, pimpinan lembaga negara, hingga pemimpin badan usaha milik negara strategis mengenai kebijakan dan inovasi menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Bohari, menjelaskan bahwa forum tersebut memberikan ruang pembelajaran yang luas bagi peserta. Menurutnya, para petani dan nelayan tidak hanya memperoleh informasi terkini mengenai arah kebijakan pemerintah, tetapi juga wawasan mengenai strategi pembangunan sektor pangan, perikanan, kehutanan, hingga mitigasi perubahan iklim yang berpengaruh terhadap produktivitas usaha tani dan usaha perikanan.

“Pada Panel I yang berlangsung di Aula GOR David Tonny, Sabtu (20/6/2026), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan memaparkan materi tentang Kebijakan Kementerian Pertanian RI dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan. Materi ini akan mengulas langkah-langkah pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional, memperkuat daya saing petani, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah berbagai tantangan global,” jelas Bohari berdasarkan rilis Petunjuk Teknis KTNA 2026.

Masih dalam panel yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dijadwalkan memaparkan kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dalam mewujudkan swasembada hasil laut sekaligus pemberdayaan nelayan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akan menguraikan strategi pengembangan kawasan hutan sebagai cadangan pangan nasional. Gagasan tersebut diarahkan untuk menopang kemandirian pangan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan sebagai penyangga kehidupan jangka panjang.

Pembahasan mengenai swasembada pangan berlanjut pada Panel II yang berlangsung di Aula Universitas Gorontalo, Minggu (21/6/2026). Dalam sesi ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan akan menjelaskan pentingnya integrasi kebijakan lintas sektor dalam mewujudkan sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Materi tersebut diharapkan membuka cakrawala peserta mengenai arti penting sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pangan yang kokoh di tengah dinamika global.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto akan mengulas peran strategis DPR RI dalam mendukung swasembada pangan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap program-program pembangunan pertanian, perikanan, serta kehutanan. Perhatian terhadap ancaman perubahan iklim juga menjadi bagian penting dalam rangkaian diskusi. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, akan menyampaikan materi mengenai peran strategis BMKG dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui sistem peringatan dini atau early warning system (sistem peringatan dini) El Nino.

Pengetahuan tersebut dinilai penting karena cuaca ekstrem kerap menjadi faktor yang memengaruhi produktivitas pertanian dan perikanan. Dengan memahami pola iklim dan sistem mitigasi risiko, petani maupun nelayan diharapkan mampu mengambil langkah antisipatif sebelum gangguan cuaca berdampak terhadap produksi.

Rangkaian temu wicara berlanjut pada Panel III yang berlangsung di Aula Gedung Kasmat Lahay, Kantor Bupati Gorontalo. Pada sesi ini, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai berbagai faktor penopang keberhasilan swasembada pangan dari sisi hulu hingga hilir.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, akan memaparkan pentingnya penerapan nutrisi presisi guna meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendorong efisiensi penggunaan pupuk.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, akan menjelaskan strategi modernisasi infrastruktur pertanian, khususnya pengelolaan lahan dan sumber daya air sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, akan menguraikan langkah strategis dalam pengelolaan cadangan pangan pemerintah, menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

“PENAS KTNA XVII Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman dan inovasi antarpelaku utama pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung dari para pengambil kebijakan nasional,” ungkapnya.

Selain agenda temu wicara, PENAS KTNA XVII Tahun 2026 juga dirangkai dengan pameran hasil pertanian, gelar teknologi, rembug petani, serta kegiatan kemandirian KTNA Indonesia. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan, melainkan juga jejaring, pengalaman, dan pemahaman baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing demi memperkuat ketahanan pangan yang berkelanjutan. (kopi4/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini