Beranda Kutai Timur Pentas Kutim Intervensi Penurunan Stunting Berbasis Data Terpadu

Pentas Kutim Intervensi Penurunan Stunting Berbasis Data Terpadu

14 views
0

Kadinkes Kutim dr Yuwana saat memaparkan program pentas Kutim. Foto : Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program Pentas Kutim (Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting di Kabupaten Kutai Timur) sebagai upaya mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui pendekatan terintegrasi di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi, Minggu (26/7/2026). Program ini merupakan Aksi Perubahan Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Peluncuran Pentas Kutim diselaraskan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Program ini dirancang untuk memperkuat sistem pendataan, pemantauan, hingga intervensi kesehatan bagi ibu hamil dan balita secara serentak di seluruh wilayah Kutim.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan Pentas Kutim menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah agar tidak ada ibu hamil maupun balita yang terlewat dari pemantauan status gizi dan kesehatan.

“Pentas Kutim mengombinasikan deteksi dini berbasis teknologi informasi, intervensi medis, pemenuhan gizi, hingga edukasi keluarga secara serentak dari tingkat desa hingga kabupaten,” kata Yuwana.

Ia menjelaskan, inovasi tersebut dibangun di atas empat pilar utama. Pertama, skrining serentak berbasis teknologi informasi dengan mengoptimalkan peran kader Posyandu, PAUD, rumah sakit, klinik, dan bidan praktik mandiri. Seluruh data tumbuh kembang anak akan dipantau secara real time melalui aplikasi Dinas Kesehatan.

Pilar kedua adalah pendampingan intensif bagi ibu hamil melalui pemeriksaan dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta pemberian suplementasi mikronutrien seperti asam folat, kalsium, vitamin D, dan Tablet Tambah Darah (TTD).

Selanjutnya, intervensi gizi spesifik bagi balita berisiko stunting melalui pemberian makanan tambahan pemulihan berbasis protein hewani maupun pangan lokal serta penanganan medis sesuai kebutuhan. Pilar keempat berupa edukasi pola asuh, mulai dari pentingnya ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, penggunaan Taburia, hingga peningkatan cakupan imunisasi dan vitamin A.

Yuwana optimistis pendekatan yang terintegrasi tersebut mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mewujudkan generasi Kutai Timur yang lebih sehat dan berkualitas.

Peluncuran Pentas Kutim mendapat apresiasi dari Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Manajerial (Puslatbang KMP) LAN RI Makassar, H Muhammad Aswad. Menurutnya, seorang pemimpin perubahan harus mampu menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Dua indikator penting kepemimpinan perubahan tersebut betul-betul diwujudkan oleh Ibu dr Yuwana melalui proyek perubahan Pentas Kutim ini,” ujar Muhammad Aswad.

Ia menegaskan, keberhasilan sebuah aksi perubahan tidak hanya diukur dari peluncurannya, tetapi juga dari keberlanjutan implementasinya. Menurut dia, Pentas Kutim diharapkan terus berjalan, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi oleh daerah lain.

Melalui Pentas Kutim, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, kader Posyandu, hingga masyarakat dapat semakin kuat dalam mempercepat penurunan stunting dan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing.(kopi14/kopi13/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini