Beranda Kutai Timur Pesan Kepemimpinan dan Kepedulian Lingkungan Warnai Pelantikan BEM STIPER Kutim

Pesan Kepemimpinan dan Kepedulian Lingkungan Warnai Pelantikan BEM STIPER Kutim

36 views
0

Kepala STIPER Kutim Dr Ismail Fahmy Almadi memberikan wejangan arahan usai melantik pengurus BEM. Foto: Dewi/Pro Kutim

SANGATTA – Pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) periode terbaru 2025-2026 di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan khususnya dalam isu kepemimpinan, perencanaan organisasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sambutannya, Kepala STIPER Kutim Dr Ismail Fahmy Almadi, menyampaikan apresiasi kepada para tokoh dan tamu undangan yang hadir, di antaranya sosok akademisi senior yang terakhir meraih gelar insinyur pada tahun 1991, Bambang Wahidi dari Dinas Lingkugan Hidup (DLH) Kutim yang juga dikenal sebagai pilot drone, aktivis Deo Datus Feran, serta Alex Bajo Wawo yang konsisten memberikan motivasi dan kritik konstruktif kepada civitas akademika.

“Kritik adalah obat bagi kita semua. Dari kritik itulah kita diingatkan bahwa masih ada jalan yang perlu diluruskan, yang belum baik harus kita perbaiki, agar cita-cita menuju generasi emas dapat terwujud,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran pimpinan STIPER, khususnya Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Imanuddin yang dinilai telah bekerja keras mendampingi mahasiswa hingga kegiatan pelantikan dapat terlaksana dengan baik. Kepada pengurus BEM yang baru dilantik, disampaikan ucapan selamat sekaligus dorongan agar melanjutkan estafet kepemimpinan dengan semangat, disiplin, dan perencanaan yang matang.

Ditekankan Dr Ismail, bahwa masa kepengurusan BEM yang relatif singkat menuntut kerja yang lebih terstruktur dan progresif. Program kerja diharapkan disusun secara bulanan, bukan hanya triwulanan, dengan koordinasi intensif bersama pimpinan kampus dan alumni. Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kutim juga dinilai penting guna mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, isu lingkungan menjadi perhatian utama. Disampaikan peringatan keras mengenai potensi bencana ekologis akibat kerusakan hutan. Kutim disebut berada dalam posisi krusial, di mana pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Belajar dari bencana di Sumatera, kita tidak ingin Kutim mengalami kehancuran serupa. Lumpur dan kerusakan tanah jauh lebih sulit dipulihkan dibandingkan banjir biasa. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya di hadapan mahasiswa.

Selanjutnya, mahasiswa maupun mahasiswi STIPER Kutim diajak untuk memperdalam pemahaman ilmu tanah dan lingkungan, serta mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan.

“Dengan kepemimpinan yang kuat, perencanaan yang matang, dan kepedulian terhadap lingkungan, BEM STIPER Kutim diharapkan mampu melahirkan generasi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya.(kopi15/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini