Beranda Kutai Timur Mesin Giling Kopi Tarik Perhatian Para Juri – Kontingen TTG Kutim Lewati...

Mesin Giling Kopi Tarik Perhatian Para Juri – Kontingen TTG Kutim Lewati Momen Penjurian

33 views
0

TENGGARONG- Tim penilai lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) VIII tahun 2022 pada Minggu (26/6/2022) sudah melaksanakan tugasnya meninjau stan pameran seluruh peserta. Kontingen Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi satu diantara 8 Kabupaten/Kota yang dinilai pada lomba dimaksud. Kali ini Kutim menampilkan mesin giling kopi dan kompor panas turbo. Lomba dan rangkaian kegiatan ini berlangsung di Lapangan Basket, Kompleks Olahraga Rondong Demang, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Para juri datang untuk melaksanakan penilaian alat (TTG). Jumlah tim juri sebanyak 5 orang, terdiri dari perwakilan DPMD dan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, serta dari perguruan tinggi,” kata seorang Staf DPMDes Kutim Ifa.

Seluruh hasil penilaian akan diumumkan saat penutupan kegiatan Lomba TTG pada Senin (27/6/2022). Adapun kategori lomba yang dihelat antara lain, lomba teknologi tepat guna unggulan, lomba inovasi teknologi tepat guna dan lomba posyantek berprestasi.

“Kami berharap Kutim dapat meraih hasil terbaik pada Lomba TTG tahun ini,” harapnya.

Perlu diketahui, dalam gelaran ini juga dilaksanakan lokakarya atau seminar TTG. Diikuti Kabupaten Paser, Kabupaten Kukar, Kabupaten Berau, Kabupaten PPU, Kabupaten Kuti. dan Kabupaten Kutai Barat. Lalu Kota Samarinda, Kota Balikpapan  dan Kota Bontang. Setelah penilaian lomba, seluruh peserta juga diajak mengikuti kegiatan widya wisata menyisir Sungai Mahakam. Menggunakan sebuah kapal berkapasitas 40 orang.

Ketua Posyantek Riyoto Sangatta Achmad Riyoto menjelaskan tentang alat atau mesin yang diciptakan olehnya dan dipamerkan dalam TTG VIII di Tenggarong ini. Alat pemisah biji kopi mampu memproduksi dengan kapasitas 350 kilogram biji kopi per jam dan mampu mengolah lahan kopi 5 hektare. Keunggulan lainnya hanya menggunakan bahan bakar 5 liter saja. Artinya alat ini sangat irit bahan bakar.

“Dari biji kopi ini selanjutnya disangrai dan dinamakan kopi khatulistiwa. Untuk di Kutim, tanaman kopi ada di Jalan Poros Bontang-Sangatta Kilometer 8. Rasa pahitnya lebih nendang daripada kopi di Jawa dengan jenis Arabika,” jelas Riyoto kepada Tim Penilai.

Sebelumnya Kutim melalui penemuan Riyoto pernah mencetak prestasi dalam TTG VII pada 2021 lalu di Balikpapan. Meraih juara kedua kategori TTG unggulan dengan menampilkan pengolahan minyak atsiri (essential oil). (kopi13/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here