Beranda Kutai Timur Bupati Resmikan Pendirian Kelompok Seni Budaya Rampak Buto Manunggal 

Bupati Resmikan Pendirian Kelompok Seni Budaya Rampak Buto Manunggal 

249 views
0

Potong Tumpeng : Bupati Ardiansyah Sulaiman memotong tumpeng tanda syukur atas berdirinya kelompok seni budaya, dan diberikan kepada Waldi Ketua Rampak Buto Manunggal. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

KONGBENG – Tari Rampak Buto bukanlah tarian yang familiar di telinga masyarakat Kutai Timur (Kutim) pada umumnya. Karena memang tarian ini lahir dari tradisi masyarakat Jawa Tengah, tepatnya dipinggiran lereng Gunung Merapi di Magelang. Namun seiring perkembangan zaman dan sebaran manusia ke berbagai wilayah di Indonesia, maka tradisi ini terbawa hingga ke pedalaman Kabupaten Kutim yakni Kongbeng.

Tradisi berbalut kekuatan kebudayaan makin membuat Kutim benar-benar beranekaragam adat istiadatnya. Tidak hanya di dominasi adat Kutai, Dayak, Banjar, Bugis, Sunda, dan Madura. Kutim benar-benar menjadi miniatur Indonesia, tak ayal hal ini makin membuat masyarakat Kutim yang multietnis amat siap menyambut Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Kegiatan yang menyedot perhatian masyarakat dari berbagai desa di Kongbeng. Memiliki makna kuat bagi tokoh-tokoh maupun seluruh penduduk desa, agar dapat menjaga alam serta menghindari perpercahan yang diakibatkan oleh angkara murka dalam hal ini diwujudkan dalam tarian Rampak Buto.

Bupati Ardiansyah Sulaiman bersama rombongan datang ke Kongbeng pada Minggu (26/6/2022) siang di Desa Sidomulyo, untuk melihat dari dekat kultur masyarakat Jawa yang berbaur dengan tanah kelahiran kedua mereka di Kutim. Kedatangan orang nomor satu di Kutim itu, berkaitan dengan peresmian Kelompok Seni Budaya  Rampak Buto Manunggal (RBM) di desa tersebut.

Sambut : Warga menyambut kedatangan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan istri Siti Robiah di acara peresmian kelompok seni budaya di Desa Sidomulyo. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

“Ucapan terimakasih dan Alhamdulillah, karena satu persatu warga masyarakat di Kutim yang interes terhadap perkembangan seni dan budaya melaju mengikuti perkembangan desa-desa di Kutim.Termasuk pada hari ini meresmikan kelompok seni budaya Rampak Buto Manunggal,” jelas Bupati.

Dijelaskan Bupati, bahwa dirinya tidak asing lagi dengan kelompok seni budaya RBM. Karena tarian rimba kelompok tersebut yang mengiringnya hingga ke pelosok Kaliorang dan Sangkulirang. Mereka menemani Bupati pada masa itu kemana-mana, untuk mengenalkan program Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB). Bupati Ardiansyah Sulaiman lantas memberikan uang bantuan, untuk kelompok seni budaya RBM guna pengembangan seni budaya sebesar Rp 10 juta.

“Salah-satu seni tarinya amat menarik dan luar biasa, menunjukkan khazanah dan kekayaan budaya Indonesia. Untuk itulah saya terus mendorong desa-desa di Kutim, untuk mendongkrak potensi seni budaya untuk mendukung terciptanya desa wisata. Bagaimanapun Kaltim dipercaya sebagai Ibu Kota Nusantara dan tepat sudah. Karena kata-kata nusantara itu menunjukkan gabungan semua orang dan kultur budaya di berbagai pulau di Indonesia dan itu ada di Kaltim,” tegas Bupati.

Hadir dalam kegiatan tersebut istri Bupati Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum sekaligus juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Yuriansyah T, Plh Camat Kongbeng dalam hal ini Matius Kamisi dan seluruh jajaran kecamatan. Plt Camat Muara Wahau Marlianto, Kades Sidomulyo Ashari Setiawan dan seluruh anggota BPD Sidomulyo, tokoh agama, tokoh budaya, serta seluruh tamu undangan dan masyarakat desa.

Tarian : Nampak para penari Rampak Buto Manunggal menarikan tarian rimba dihadapan Bupati dan Istri serta tamu undangan lainnya. (Foto Ronall J Warsa Pro Kutim)

Ketua Kelompok Seni Budaya Rampak Buto Manunggal (RBM) Waldi menyebutkan, pentingnya keberadaan kelompok budaya ini adalah untuk pelestarian adat istiadat daerah asal. Serta mengembangkan kecintaan pada budaya di tanah tempat tinggal yakni bumi Kalimantan, dalam hal ini Kutim.

“Keberadaaan kelompok ini untuk melestarikan budaya masyarakat Jawa yang ada di Kutai Timur. Kami berharap agar dukungan dari Pemkab Kutim yang tentu dapat membawa semangat lebih, bagi perkembangan budaya di daerah,” terangnya. (kopi5/kopi3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here