Bupati Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al Faruq. Foto: Nasruddin/Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al Faruq Sangatta, Jumat (6/3/2026). Menghadirkan penceramah Ustaz M Iffan Panani dengan tema “Nuzulul Al-Qur’an sebagai Paradigma Kebangkitan Peradaban Islam Dulu, Kini, dan Masa Depan.”
Hadir dalam acara, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman beserta istri Siti Robiah Ardiansyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah (PD), pejabat di lingkungan Pemkab Kutim, guru dan siswa, serta ratusan jamaah masjid.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting untuk memperkuat spiritualitas masyarakat. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi keberkahan daerah.

“Mudah-mudahan peringatan Nuzulul Qur’an ini memberikan manfaat besar dan keberkahan dari Allah SWT bagi kita semua di Kutim,” ujar Ardiansyah.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan doa bersama, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pembukaan Pesantren Kilat yang diinisiasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kutim.
Sebanyak 400 pelajar dari wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan mengikuti kegiatan tersebut. Bupati menilai pembinaan karakter melalui pesantren kilat sangat penting untuk mencetak generasi muda yang religius dan berakhlak mulia.

Dalam tausiyahnya, Ustaz M Iffan Panani menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci untuk dibaca, tetapi juga sumber transformasi peradaban yang mampu mengubah tatanan kehidupan manusia. Ia menjelaskan bahwa pada masa lalu, Al-Qur’an mampu mengangkat peradaban bangsa Arab dari era jahiliah menuju masa keemasan intelektual dan sosial Islam.
“Kejayaan Islam pada masa lalu atau golden age terjadi karena para pemimpin dan ilmuwan menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam berpikir dan bertindak,” ungkapnya di hadapan Bupati Ardiansyah dan para jamaah.
Ia juga menyoroti tantangan umat Islam saat ini, yakni adanya jarak antara perilaku sehari-hari dengan nilai-nilai luhur Al-Qur’an. Karena itu, ia mendorong penguatan literasi Qur’ani yang tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga memahami kandungan ilmu pengetahuan dan hikmah di dalamnya.

Menurutnya, kebangkitan peradaban Islam di masa depan hanya dapat dicapai melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang dibarengi dengan kekuatan iman dan takwa (IMTAQ).
“Generasi muda harus cerdas secara intelektual sekaligus memiliki kekuatan spiritual yang kokoh di tengah arus globalisasi,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Sosial Setkab Kutim, Norhadi, melaporkan bahwa kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an ini terselenggara atas kerja sama Bagian Sosial Setkab Kutim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, serta Baznas Kutim.

“Atas nama panitia pelaksana, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan bantuannya sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Melalui peringatan ini, masyarakat Kutim diharapkan semakin menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang religius sekaligus berkemajuan.(kopi14/kopi13/kopi3)




























