Beranda Kutai Timur Idulfitri 1447 H, Bupati Kutim Ingatkan Pentingnya Kesalehan

Idulfitri 1447 H, Bupati Kutim Ingatkan Pentingnya Kesalehan

29 views
0

Bupati Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan di Masjid Agung Al Faruq. Foto : Roni/Pro Kutim

​SANGATTA – Ribuan umat Muslim memadati pelataran hingga ruang utama Masjid Agung Al Faruq, Bukit Pelangi, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan ibadah tahunan ini, yang juga dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Kutim.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menekankan bahwa Idulfitri adalah penanda kemenangan spiritual yang lahir dari proses pengendalian diri dan penempaan akhlak selama sebulan penuh. Ia berharap kemenangan ini tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi diwujudkan dalam perubahan sikap dan tutur kata yang lebih baik di tengah masyarakat.

​”Momentum yang mulia ini merupakan anugerah besar bagi kita semua setelah sebulan penuh menunaikan ibadah Ramadan dengan kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan,” ujar Ardiansyah.

Di hadapan jemaah, Ardiansyah secara khusus menyoroti tantangan masyarakat di era digital. Ia memandang bahwa pesatnya arus informasi sering kali membawa residu negatif berupa polarisasi dan budaya saling menyalahkan di media sosial.

​”Idulfitri hendaknya menjadi titik balik untuk menghentikan perpecahan, termasuk di ruang digital, dengan mengedepankan tabayun, etika bermedia, serta tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

​Selain isu sosial, Ardiansyah juga menggarisbawahi komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat transformasi digital pada layanan publik. Ia mengingatkan jajaran birokrasi bahwa puasa mengajarkan kejujuran yang hakiki, yakni tetap berintegritas meski tidak ada yang melihat.

“Nilai kesabaran dan kejujuran dari madrasah Ramadan harus menjadi fondasi persatuan masyarakat Kutim yang majemuk,” ucapnya.

Sebagai daerah yang bersinggungan langsung dengan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutim kini memegang tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan antara akselerasi pembangunan dan pelestarian alam. Ardiansyah menyatakan bahwa kemajuan daerah tidak boleh hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia dan kokohnya persatuan.

​”Kita jadikan Idulfitri ini bukan sekadar kemenangan spiritual, tetapi juga kemenangan sosial dengan memperkuat persaudaraan, menumbuhkan empati, serta bersama-sama melangkah mewujudkan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tuturnya.

​Sementara itu, Ustaz Muhammad Munif dalam khotbahnya menjelaskan bahwa kemuliaan seorang hamba di sisi Allah SWT maupun di hadapan manusia dapat diraih melalui tiga pilar utama. Pertama, hidup untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT, yang diwujudkan melalui pelaksanaan salat lima waktu. Kedua, meningkatkan kualitas diri sebagai seorang muslim dengan menuntut ilmu. Ketiga, hidup untuk perjuangan dengan berjihad di jalan Allah SWT.

Ibadah yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keberkahan, kedamaian, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat. Usai rangkaian ibadah, para pejabat daerah dan warga yang hadir saling bermaaf-maafan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen tersebut menjadi wujud kebersamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi, meneguhkan semangat persatuan dan keharmonisan di hari yang fitri. (kopi14/kopi13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini