Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meresmikan sejumlah fasilitas baru RSUD Kudungga seperti gedung baru poliklinik, Cath lab dan Mammografi.Foto: Irfan/Fathul Pro Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperluas jangkauan dan mutu layanan kesehatan publik melalui pemutakhiran fasilitas medis berteknologi tinggi. Langkah ini diambil untuk memangkas jarak rujukan medis masyarakat sekaligus menangkap potensi pasar layanan kesehatan dari sektor industri regional.
Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian tiga fasilitas baru di RSUD Kudungga, yakni gedung baru poliklinik, ruang pelayanan laboratorium kateterisasi (cath lab), dan fasilitas mammografi, oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman didampingi Wakil Bupati Mahyunadi dan Ketua DPRD Jimmi bersama jajaran Forkopimda di Lantai 3 Auditorium RSUD Kudungga, Sangatta, Sabtu (23/5/2026). Peningkatan fasilitas ini menyusul pengoperasian alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang telah diresmikan beberapa bulan sebelumnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan bahwa kehadiran rentetan peranti medis mutakhir ini menjadi penegasan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di daerah tidak boleh tertinggal dari kota-kota besar. Ia menjamin, modernisasi prasarana ini dapat diakses secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang sekat sosial.

“Kutai Timur secara pelan tetapi pasti ingin meyakinkan masyarakat bahwa kita siap memberikan pelayanan terbaik. Melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan, fasilitas ini milik bersama, baik untuk masyarakat kelas bawah, menengah, maupun kecil. Tidak ada perbedaan,” ujar Ardiansyah.
Secara spesifik, fasilitas cath lab yang baru diresmikan telah didukung sistem pencitraan X-ray canggih berbasis teknologi tiga dimensi (Philips Azurion 7 C20) buatan Belanda. Sistem ini diklaim mampu mereduksi kecemasan pasien serta risiko paparan radiasi, baik bagi pasien maupun tenaga medis yang bertugas di dalam ruangan. Sementara itu, alat mammografi dosis rendah disiapkan untuk mengoptimalkan deteksi dini kelainan tumor atau kanker payudara pada fase pragejala.
Dengan kelengkapan fasilitas mulai dari MRI, cath lab, CT Scan, hingga unit hemodialisis (cuci darah), Pemkab Kutim optimistis RSUD Kudungga mampu menjadi rumah sakit rujukan strategis bagi wilayah utara Kalimantan Timur.
Selain memenuhi hak dasar warga, modernisasi RSUD Kudungga juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian fiskal rumah sakit melalui skema Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).

‘Saya mendorong manajemen rumah sakit untuk bergerak agresif membangun kerja sama strategis dengan pihak ketiga, khususnya puluhan perusahaan tambang dan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kutim,” paparnya.
Selama ini, korporasi besar di Kutim, termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC), kerap mengirimkan karyawannya ke Balikpapan atau Samarinda untuk mendapatkan layanan pemeriksaan medis tingkat lanjut.
“Kita memiliki potensi pasar yang besar dari dunia usaha di sini. Manajemen rumah sakit harus mampu menangkap peluang itu. Sampaikan kepada mereka bahwa kita sudah memiliki alat-alat canggih. Karyawan perusahaan kini tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Balikpapan atau Samarinda, cukup diselesaikan di Sangatta,” tutur Ardiansyah.
Kendati demikian, Ardiansyah mengingatkan bahwa lompatan teknologi ini wajib diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan integritas para tenaga medis mulai dari perawat hingga dokter spesialis sebagai ujung tombak pelayanan publik yang humanis.(kopi13/kopi3)





























