Beranda Keagamaan Jemaah Haji Asal Kutim Wafat di Tanah Suci, Bupati Sampaikan Duka Mendalam

Jemaah Haji Asal Kutim Wafat di Tanah Suci, Bupati Sampaikan Duka Mendalam

92 views
0

Alm. Yusup Hasan Kaco, jemaah haji kloter 6 BPN asal Kutai Timur. Foto: Istimewa

MAKKAH – Duka senyap menyelimuti rombongan jemaah haji asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim). Di tengah perjalanan spiritual yang sarat pengabdian dan doa, salah seorang jemaah, Yusup Hasan Kaco, warga Kecamatan Karangan, berpulang saat menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Almarhum tercatat sebagai jemaah haji dengan Nomor Porsi 2000062457 dan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 06 Balikpapan (BPN 6). Ia mengembuskan napas terakhir pada Minggu, 17 Mei 2026, pukul 01.50 Waktu Arab Saudi di Saudi German Hospital, tempat ia sebelumnya menjalani perawatan medis.

Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh Petugas Haji Daerah (PHD) Kutim, Samsiah, yang mendampingi rombongan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa almarhum wafat ketika sedang berada dalam perawatan intensif di rumah sakit tersebut.

“Almarhum wafat saat menjalani perawatan di Saudi German Hospital. Kami seluruh petugas dan jemaah turut berduka cita atas berpulangnya beliau,” kata Samsiah.

Kepergian almarhum meninggalkan duka yang tidak ringan, baik bagi keluarga di tanah air, sesama jemaah yang membersamai perjalanan ibadahnya, maupun Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Dalam suasana penuh haru, pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama hidup maupun sepanjang perjalanan ibadah terdapat khilaf atau kekeliruan yang mungkin pernah terjadi.

“Dengan segala kerendahan hati, kami memohon agar seluruh masyarakat dapat memaafkan segala kesalahan almarhum. Semoga doa terbaik senantiasa mengiringi beliau,” ucap Samsiah menyampaikan pesan keluarga.

Dalam tradisi masyarakat Muslim, wafat saat menunaikan ibadah haji sering dipandang sebagai akhir hayat yang sarat kemuliaan spiritual. Dalam khazanah Islam dikenal istilah husnul khatimah, yakni wafat dalam keadaan baik atau berpulang dalam kondisi yang diridhai Allah SWT. Meski demikian, bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, kehilangan tetap menyisakan ruang duka yang mendalam.

Kabar berpulangnya Yusup Hasan Kaco juga sampai kepada Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang segera menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya salah seorang warga yang sedang menunaikan ibadah haji tersebut.

“Innalillahi wainnaillaihi rajiun, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhum Yusup Hasan Kaco di Tanah Suci,” ujar Ardiansyah.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kutai Timur untuk mengirimkan doa terbaik bagi almarhum, agar seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya.

“Semoga almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” ucapnya.

Ardiansyah juga tak lupa tetap mendoakan jemaah asal Kutim dan Indonesia pada umumnya, agar tetap diberikan kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah haji kali ini.

Kepergian Yusup Hasan Kaco menjadi duka tersendiri bagi masyarakat Kutim, terutama warga Kecamatan Karangan yang mengenal almarhum sebagai bagian dari komunitas mereka. Di kampung halaman, kabar wafatnya seorang jemaah haji di Tanah Suci biasanya menghadirkan suasana haru yang bercampur doa. Sebuah perasaan antara kehilangan dan pengharapan spiritual. Bagi keluarga, kepergian almarhum di Tanah Suci menjadi takdir yang diterima dengan ikhlas, seraya berharap doa dari masyarakat terus mengalir. Doa-doa itulah yang dalam keyakinan umat dipercaya sebagai tawasul (perantara doa) agar perjalanan ruh almarhum menuju rahmat Ilahi berlangsung dalam kedamaian.

Di tengah ribuan jemaah yang berhimpun di Tanah Haram, wafatnya seorang tamu Allah dari Kutim menjadi pengingat akan makna perjalanan haji itu sendiri. Sebuah laku spiritual yang tidak hanya tentang perjalanan fisik menuju Makkah, melainkan juga perjalanan batin menuju kepasrahan sepenuhnya kepada Sang Pencipta. (kopi14/kopi3)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini