Jalannya Talk Show KILAS HKG PKK Kutim. Foto: Lintang/Pro Kutim
SANGATTA – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar talk show Ketahanan Keluarga KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.
Talk show menghadirkan narasumber anggota Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Dayang Djunaida Dewi Yudiani dengan tema “Membangun Kepedulian terhadap HIV dan Isu LGBT: Fakta, Tantangan, dan Upaya Pencegahan.”
Dalam pemaparannya, Dayang menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, kondisi saat ini memerlukan kepedulian bersama untuk menekan berbagai persoalan sosial yang berdampak pada meningkatnya kasus HIV.

Ia menyebut, pada tahun 2025 terdapat 32 kasus LGBT di Kalimantan Timur yang tersebar di empat daerah, yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai, dan Bontang. Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu faktor tingginya angka penderita HIV di Kaltim.
“Untuk sekarang yang bisa dilakukan adalah upaya pencegahan. Harus ada sinergi pemerintah bersama masyarakat untuk melakukan pencegahan,” ujarnya.
Selain itu, Dayang juga menyampaikan bahwa Indonesia pada tahun 2025 disebut menjadi negara dengan kasus LGBT tertinggi kelima di dunia. Karena itu, ia menilai edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif dan menyasar berbagai kalangan.

Ia menjelaskan terdapat enam upaya pencegahan terhadap isu LGBT, salah satunya melalui sosialisasi secara luas mengenai risiko dan dampaknya.
Dalam kesempatan itu, Dayang turut menyampaikan pesan kemanusiaan terkait pentingnya kepedulian sosial.
“Peduli bukan berarti setuju, tetapi karena kita manusia yang saling menjaga,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah mengatakan pihaknya akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan masalah sosial di masyarakat.

Menurutnya, PKK telah bekerja sama dengan organisasi wanita, puskesmas, hingga berencana melakukan hearing bersama DPRD Kutim untuk membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) terkait hal ini.
Usai talk show, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan pin kepada seluruh Ketua TP PKK kecamatan se-Kutim. Dalam momen tersebut, Robiah mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menggugah semangat dalam menjaga keluarga dan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

Menurut Robiah, pesan tersebut tidak hanya untuk diketahui, tetapi juga harus dipahami dan dilaksanakan bersama.
“Apalah artinya hanya tahu, tetapi kalau tidak paham, maka dia tidak akan melaksanakan. Tugas kita untuk memahamkan, dan tugas mereka untuk melaksanakan,” tutupnya.(kopi17/kopi13/kopi3)






























