Beranda Pariwisata Pemkab Kutim Fokus Lestarikan Budaya – Kembangkan Goa Mengkuris dan Tewet

Pemkab Kutim Fokus Lestarikan Budaya – Kembangkan Goa Mengkuris dan Tewet

110 views
0

Traveler dan wisatawan menelusuri ruang dalam dan puncak di Goa Mengkuris Desa Batu Lepoq Kecamatan Karangan. Foto: Irfan/Pro Kutim

KARANGAN – Tahun ini, Pemkab Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Kutim akan memfokuskan pengembangan kawasan cagar budaya di goa telapak tangan di Pegunungan Karst Sangkulirang Mangkalihat.

Sekretaris Disbud Kutim Nurullah menegaskan jika pihaknya menargetkan prioritas di dua titik lokasi yakni Goa Mengkuris di Desa Batu Lepoq Kecamatan Karangan dan Goa Tewet di Desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon.

“Dua kawasan ini yang akan dititikberatkan dalam pengembangan pelestarian budaya,” jelasnya.

Ditambahkan Nurullah, Didbud Kutim juga akan dibantu oleh Dinas Pariwisata (Dispar) dalam sektor promosi wisatanya ke publik.

“Kami fokus dalam perawatan sekaligus penjagaan cagar budaya ini tetap ada sekaligus mengantisipasi jangan sampai rusak bahkan hilang,” bebernya.

Untuk hal ini, Disbud Kutim tentunya akan memerlukan pos anggaran karena perlu tenaga keamanan sekaligus guide goa telapak tangan tersebut.

“Kita perlu tenaga ini yang bertugas memberikan izin akses masuk serta pengetahuan prasejarah kepada pengunjung. Tujuannya, wisatawan yang datang tidak terlalu bebas keluar masuk goa telapak tangan tersebut,” terangnya.

Disbud juga berencana akan menata kawasan ruang di dua lokasi tersebut agar terlihat lebih estetik dan nyaman. Selain itu, juga ada usulan sarana prasarana (sapras) penunjang seperti gazebo untuk beristirahat, toilet serta tempat persinggahan bagi pengunjung.

Untuk diketahui, sebelumnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mendorong pariwisata di seluruh penjuru indonesia. Salah satunya kawasan Karts Sangkulirang Mangkalihat di Kutim untuk menjadi kawasan destinasi wisata petualang. Kawasan ini sudah masuk dalam daftar tentative list World Heritage UNESCO. Daya tarik dikawasan Karts Sangkulirang Mangkalihat memang adalah kawasan karst raksasa.

Gambar cadas (Rock Art) atau gambar prasejarah Sangkulirang Mangkalihat menghiasi dinding dan langit-langit yang ada di Karts. Usia dari cadas tersebut diperkirakan berusia 40.000 tahun. Puslit Arkeolog Nasional, Universitas Griffith dan Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kaltim mengungkapkan gambar cadas di kawasan Karts Sangkulirang merupakan yang tertua didunia.

Hal inilah yang menjadikan kawasan ini layak menjadi destinasi wisata petualang. Bentangan cadasnya berada di wilayah adat Bengalon, Muara Bulan, Perondongan, hingga Merabu (Berau). Surga yang terletak di Kaltim ini memiliki tujuh Gunung Karst raksasa, yakni Batu Aji, Batu Gergaji, Batu Tondoyan, Batu Kulat Bongkok, Batu Tutunambo Pemulin, Batu Pengadan, dan Batu Tabalar Ara Raya, juga Pelataran Karst Tutunambo Batu Putih.(hms13/hms3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here